Cara Polisi di Bandung Cegah Begal Lewat Makanan dan Kopi Gratis

Cara Polisi di Bandung Cegah Begal Lewat Makanan dan Kopi Gratis

Yuga Hassani - detikJabar
Minggu, 02 Agu 2026 13:30 WIB
Para pengendara saat menikmati makan dan kopi gratis di Soreang, Kabupaten Bandung.
Para pengendara saat menikmati makan dan kopi gratis di Soreang, Kabupaten Bandung. (Foto: Yuga Hassani)
Bandung -

Hingar bingar riuh masyarakat ditemani gemerlap lampu kota yang berpijar terang. Deru kendaraan bersahutan menjemput malam penuh angan-angan.

Muda-mudi memilih menghangatkan dinginnya malam dengan bercengkrama bersama sahabat. Tawa dan canda merasuk bersama hembusan angin menyeruah ke dalam tubuh.

Setiap area pinggir jalan dijadikan para muda-mudi untuk menghabiskan waktu bercekrama. Diskusi kehidupan, hingga kemajuan teknologi dibahas meski di area sederhana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudut-sudut ruang para muda-mudi tidak jarang akan mengarah ke tindak pidana saat malam hingga dini hari. Mereka terkadang meresahkan dan mengenakan kendaraan spesifikasi modifikasi.

ADVERTISEMENT

Sejumlah petugas dengan jaket berwarna hijau berkeliling ke beberapa titik lokasi keramaian balap liar dan begal di Kabupaten Bandung. Beberapa pemuda yang tengah nongkrong pun didatangi petugas secara langsung dan dilakukan pemeriksaan.

Para petugas itu langsung berjaga di sepanjang Jalan Raya Gading Tutuka, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka berjaga seakan-akan tengah melakukan razia kendaraan lalu lintas.

Aksi yang dilakukan petugas ternyata adalah meminta pengendara untuk berhenti menikmati kopi dan makan malam secara gratis. Proses humanis itu dilakukan untuk mengimbau masyarakat supaya tertib berlalu lintas.

"Saya tadi perjalanan pulang kerja dari Cimahi mau ke Banjaran. Ngelewat jalan ini, kaget kirain ada razia, tahunya dikasih makan sama kopi gratis," ujar Andi Permana (36), saat ditemui di lokasi.

Pihaknya mengaku tidak biasa melihat razia saat malam hari hingga dinihari. Namun dirinya menjadi paham setelah diberitahu oleh petugas dan akhirnya menikmati makanan dan kopi yang disajikan.

"Alhamdulillah terbantu sekali. Tadi juga jadi sempat istirahat dulu aja sejenak, jadi sudah agak ngantuk saat perjalanan. Tadi ngopi dulu, jadi saya tidak ngantuk," katanya.

Sementara itu, warga Soreang, Dinda Fitriyani (31), mengungkapkan, terbantu dengan adanya para petugas yang tengah berjaga tersebut. Menurutnya adanya petugas membuat perjalanan menjadi aman dan nyaman.

"Iya tadi saya dari Soreang mau ke Kopo. Pas lewat di suruh makan sama ngopi dulu sama petugas. Alhamdulillah dapet makan dan kopi gratis," kata Dinda.

Dinda mengaku awalnya ketakutan selama perjalanan karena tengah ramai isu begal. Namun setelah itu ada petugas yang berjaga dan meminta untuk mengantarnya ke rumah orang tua.

"Pas dikasih makan dan kopi gratis, ya sudah sekalian saya minta anter ke rumah orang tua. Terus saya ini mau dianter aja sama polisi dan jadi aman bisa sampai ke rumah orang tua," ungkapnya.

Penjagaan petugas itu dilakukan sepanjang Sabtu (1/8/2026) malam hingga Minggu (2/8/2026) dinihari. Beberapa petugas berkeliling menyusuri sudut-sudut antisipasi kejahatan.

"Malam hari ini kita dari Satlantas Polresta Bandung melaksanakan patroli skala besar. Intinya kita memberikan rasa aman, nyaman pada malam hari mengingat saat ini banyak berita tentang begal," ujar Kasat Lantas Polresta Bandung Kompol Ega Prayudi, kepada awak media.

Aksi patroli dilakukan secara humanis di sepanjang jalan Soreang Kabupaten Bandung. Sejumlah anak muda yang tengah nongkrong pun diberikan imbauan oleh petugas. Diantaranya pemeriksaan kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan.

"Kami dari Satlantas melaksanakan patroli minimal para pelaku begal mengurungkan niatnya. Kita putar-putar tadi di daerah wilayah Soreang," katanya.

Setelah itu Polisi juga meminta para masyarakat yang telah tertib berlalu lintas untuk menikmati makanan dan kopi secara gratis. Sejumlah masyarakat pun langsung memadati area yang telah disediakan petugas.

"Lanjut, kami juga arahkan kalau nongkrong silakan di tempat yang kami sediakan. Malam hari ini kita menyiapkan makanan soto, sate, dan kopi," kata Ega.

Anak dari komedian Tukul Arwana itu memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat. Dirinya melakukan inovasi dengan menghadirkan kopi keselamatan bagi para pengendara.

"Nah, di sini ada kopi keselamatan biar selamat pulangnya, biar aman kembali ke rumahnya kita kasih kopi. Bebas dari begal sama bebas dari ngantuk," ungkapnya.

Ega menyebutkan aksi humanis dengan memberikan kopi keselamatan akan dilakukan secara rutin pada malam Minggu. Menurutnya aksi tersebut dilakukan supaya para pemuda dan pemudi tidak berkegiatan yang negatif.

"Jadi masyarakat khususnya muda-mudi yang suka berkumpul kita akan arahkan agar tidak liar. Jadi, kita satukan satu titik sekaligus kita akan berikan edukasi-edukasi," bebernya.

Selama menikmati makanan dan kopi yang disediakan, para petugas memberikan imbauan kepada masyarakat supaya tidak pulang larut malam. Kemudian petugas juga memberikan layanan antar gratis bagi masyarakat.

"Kita juga di saat pelaksanaan pemeriksaan kendaraan jika menemukan masyarakat yang kembali atau pulang ke rumah takut merasa khawatir, kita juga menyediakan pengantaran dengan roda dua anggota sampai ke rumah yang bersangkutan," jelas Ega.

"Jadi di luar kegiatan kita ini jika masyarakat membutuhkan pertolongan merasa khawatir ketika kembali ke rumah sudah larut malam bisa menelpon 110. Di sana gratis dan insyaallah petugas pasti melayani dengan baik," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads