DPRD Kota Bogor memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Merah Putih (FMP) 2026. Agenda tahunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini dinilai strategis dalam memupuk persatuan sekaligus memacu roda ekonomi kreatif di Kota Hujan.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyebut FMP telah bertransformasi menjadi wadah kolaborasi lintas elemen untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mempererat kebersamaan warga.
"Festival Merah Putih bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang perjumpaan seluruh elemen masyarakat Kota Bogor untuk merawat semangat kebangsaan. DPRD Kota Bogor sangat mendukung penuh perhelatan FMP 2026 ini, karena selain menumbuhkan jiwa nasionalisme, kegiatan ini juga terbukti mampu menggerakkan potensi ekonomi kreatif dan mempererat tali silaturahmi antarwarga," ujar Adityawarman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adityawarman, konsistensi FMP yang telah berjalan lebih dari satu dekade membuktikan solidnya kolaborasi masyarakat Bogor. Hal ini menjadi modal sosial dan ekonomi yang signifikan bagi pembangunan kota melalui berbagai kegiatan yang berdampak langsung kepada warga.
Memasuki tahun ke-11, FMP 2026 menyuguhkan 17 rangkaian kegiatan kebangsaan dan sosial yang berlangsung sepanjang Agustus. Ketua Panitia FMP 2026, Syahril M. Said, menjelaskan bahwa edisi kali ini menitikberatkan pada pemberdayaan generasi muda dan penguatan ekonomi lokal.
"Fokus kami pada festival tahun ini adalah bagaimana kita bisa membangun generasi muda dan turut membangun roda ekonomi Kota Bogor agar menjadi lebih baik lagi," kata Syahril.
Inovasi lain pada penyelenggaraan tahun ini adalah perluasan kolaborasi dengan melibatkan rumah ibadah lintas agama. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperkokoh toleransi dan harmoni di Kota Bogor.
"Tentu, ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Untuk tahun ini kami juga ikut memberdayakan dan menggandeng rumah-rumah ibadah yang ada di Kota Bogor," tuturnya.
Rangkaian FMP 2026 menghadirkan beragam acara, mulai dari aksi sosial, pertunjukan seni budaya, hingga tradisi harian pengibaran dan penurunan bendera di Tugu Kujang. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa persatuan sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan pelaku kreatif.
Perhelatan ini resmi dibuka oleh Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio di Makorem 061/Suryakancana, Jumat (31/7/2026) malam. Pembukaan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.
