Cuan Enggak Main-main Pedagang Bendera Musiman di Indramayu

Cuan Enggak Main-main Pedagang Bendera Musiman di Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Minggu, 02 Agu 2026 11:00 WIB
Bendera merah putih dan hiasan kemerdekaan bersolek di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Indramayu.
Bendera merah putih dan hiasan kemerdekaan bersolek di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Indramayu. (Foto: Burhannudin)
Indramayu -

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pedagang bendera Merah Putih mulai memenuhi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Indramayu. Kehadiran mereka menjadi penanda meningkatnya semarak perayaan kemerdekaan yang akan diperingati pada 17 Agustus mendatang.

Heri (53), penjual yang berasal dari Kabupaten Cirebon, sengaja datang ke Indramayu untuk menjajakan dagangannya.

Di depan kantor DPRD Indramayu, sekitar 6 meter ia mengaitkan satu pohon dengan pohon lainnya dengan bendera merah putih panjang. Kemudian, beberapa bendera juga tampak menjulang setinggi kurang lebih 5 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan "kepala lima" itu mengaku sudah berjualan sejak tahun 1993 di wilayah tersebut. Keuntungan yang besar menjadi alasan dirinya merantau sejenak dari Kota Udang ke Kota Mangga.

"Saya dari Watubelah, Sumber, Cirebon, di sana di dekat Stadion Watubelah banyak saudara saya yang jualan kayak gini makanya saya jualan di Indramayu saja. Sudah dari tahun 1993-an, lah, saya agak lupa tahunnya. Selama jualan ini saya nge-kos bareng sama anak di sekitar sini," katanya, saat ditemui pada Sabtu (1/8/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Agus Mulyadi (45), asal Garut, mengatakan minat masyarakat untuk membeli bendera mulai meningkat sejak awal Agustus. Menurutnya, banyak warga membeli bendera untuk dipasang di rumah, kantor, maupun tempat usaha sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan.

"Sudah mulai ramai sejak awal bulan. Banyak warga yang ingin memasang bendera di rumah atau kantor sebagai bentuk penghormatan terhadap hari kemerdekaan," ujar Agus, Sabtu (1/8/2026).

Sebelum memasuki bulan kemerdekaan, Agus berkerja serabutan dan mengontrak sebuah rumah di Kelurahan Margadadi bersama teman-temannya sesama orang Garut.

Agus menawarkan berbagai ukuran bendera, mulai dari ukuran kecil untuk kendaraan hingga ukuran besar yang biasa dipasang di gedung. Selain itu, ia juga menjual perlengkapan perayaan lainnya, seperti umbul-umbul, spanduk, dan pin bertema kemerdekaan.

Harga yang dipatok bervariasi, berkisar Rp5.000 hingga Rp90.000, bergantung pada ukuran dan kualitas produk. Menurut Agus, kisaran harga tersebut masih terjangkau bagi masyarakat.

Bendera merah putih dan hiasan kemerdekaan bersolek di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Indramayu.Bendera merah putih dan hiasan kemerdekaan bersolek di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Indramayu. Foto: Burhannudin

Ia mengaku mulai berjualan sejak akhir Juli dan biasanya bertahan hingga pertengahan Agustus. Dalam periode tersebut, omzet penjualannya dapat mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta.

"Saya targetin penjualan dari akhir Juli sampai tanggal 15 Agustus," katanya, saat ditemui di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (1/8/2026).

Sekitar dua ratus meter dari lokasi Agus, pedagang lainnya, Yayan (37), asal Cirebon, mengatakan telah berjualan bendera di jalan yang sama sejak 2015. Meski demikian, ia menilai jumlah pembeli saat ini tidak seramai beberapa tahun lalu sehingga pendapatannya cenderung menurun.

"Saya di sini berjualan sejak 2015. Dulu bisa dapat omzet sampai Rp20 jutaan dari akhir Juli sampai pertengahan Agustus. Sekarang tidak sampai segitu," katanya.

Meski persaingan antarpenjual semakin ketat, para pedagang tetap optimistis permintaan bendera akan terus meningkat menjelang puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mereka berharap antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan mampu mendongkrak penjualan hingga pertengahan Agustus.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads