Farhan Geram Pohon Depan Lapangan Padel Ditebang: Kita Pidanakan!

Farhan Geram Pohon Depan Lapangan Padel Ditebang: Kita Pidanakan!

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 31 Jul 2026 13:52 WIB
Penyegelan area penebangan pohon sembarangan di depan lapangan padel Jl LLRE Martadinat, Kota Bandung
Penyegelan area penebangan pohon sembarangan di depan lapangan padel Jl LLRE Martadinat, Kota Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Wali Kota Bandung meluapkan emosinya usai melakukan inspeksi di perempatan Jalan LLRE Martadinata-Jalan Cihapit. Dia marah setelah mendapati 10 pohon di sana ditebang tanpa izin.

Pantauan detikJabar di lokasi, Jumat (31/7/2026), 10 pohon yang ditebang itu berada tepat di depan area lapangan padel dan kafe di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau.

"Gubernur sudah menyampaikan moratorium. Maka saya akan mengangkat masalah ini langsung ke Pak Gubernur untuk kita lakukan pemidanaan karena berpotensi terhadap pelanggaran hukum yang lumayan berat," kata Farhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini ada 10 pohon. Kita langsung segel sekarang juga, ini kejadiannya sudah lama lagi," ucapnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

Ke-10 pohon yang titiknya berada di atas trotoar itu kini sudah ditebang dan tak tersisa. Areanya kini sudah disegel menggunakan garis kuning Satpol PP setelah disidak Farhan.

Farhan bahkan mengancam mempidanakan pihak yang nekat menebang pohon sembarang. Sebab menurutnya, tindakan tersebut sudah melanggar aturan.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran moratorium pemotongan pohon. Nah ini berarti melanggar dua peraturan. Ini juga dianggap sebagai melanggar peraturan lingkungan, jadi kita sudah bisa melaporkan ini ke Gakkum Lingkungan Kementerian," ungkapnya.

"Wah, ini mah saya marah atuh. Ini saya marah sekali ini. Ini akan kita pidanakan," tambahnya.

Farhan mengaku sudah mendapat kabar mengenai terduga pelaku yang menebang pohon tersebut. Ia memastikan akan melaporkan kasus ini supaya terduga pelakunya bisa dipidanakan.

"Kita pidana dulu, ya. Kita pidana dulu nih yang melakukannya. Karena ini motong sembarangan, wani-wanian. Ini yang motong ini pasti merasa dia punya backing yang kuat ini. Tidak bisa ini nanti saya akan bawa ke Pak Gubernur sama ke Gakkum Lingkungan Hidup," pungkasnya.



(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads