Pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 menunjukkan progres signifikan. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dipastikan tidak hanya berakhir di Sukabumi, tetapi akan tersambung langsung hingga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dengan dukungan anggaran sebesar Rp7,7 triliun.
Kabar tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan. Ia mengungkapkan bahwa hambatan pembebasan lahan yang sebelumnya mengganggu jadwal pengerjaan fisik kini mulai teratasi, sehingga konstruksi pada Seksi 3 dapat dipercepat.
"Sebenarnya kan sudah jadi sampai ke Seksi 3. Walaupun kemarin sempat ada kendala pembebasan lahan, sekarang kayaknya sudah mulai baik. Diharapkan tembus, harapan kita sih Lebaran ini sudah bisa dipakai," kata Heri Gunawan di Kota Sukabumi, Jumat (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menjelaskan, berdasarkan kesepakatan di tingkat pusat, pembangunan infrastruktur bebas hambatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Jalur ini dirancang untuk mengoneksikan wilayah Cibadak dan Sukabumi Barat hingga mencapai kawasan Padalarang.
Pemerintah telah menyetujui alokasi dana multi-years untuk memastikan pengerjaan proyek skala besar ini berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
"Dari Seksi 3 kemarin berdasarkan persetujuan dari Pak Presiden, itu akan tembus langsung sampai ke Padalarang. Anggarannya kurang lebih Rp7,7 triliun ya, sudah disetujui. Anggaran itu kan bersifat multi-years," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Hergun ini optimistis rampungnya Tol Bocimi Seksi 3 hingga jalur Padalarang akan memecah keterisolasian transportasi di Sukabumi. Kehadiran tol ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus menjadi stimulan utama bagi perekonomian daerah.
"Kehadiran akses tol yang memadai, kami yakini akan memberikan dampak signifikan bagi percepatan mobilitas masyarakat serta dorongan bagi pertumbuhan ekonomi kawasan Sukabumi dan sekitarnya," pungkasnya.
Rencana perpanjangan Tol Bocimi hingga Padalarang ini merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Sebelumnya, saat peresmian GT Parungkuda pada 2023, pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melalui Miftahul Munir juga sempat menekankan pentingnya konektivitas ini.
"(Penyambungan Tol Bocimi ke Padalarang ini) tujuannya untuk mendivert (mengalihkan) kepadatan di Tol Cipularang," kata Munir.
