Momen Haru Pemakaman Pria Berbobot 200 Kg di TPU Astanaanyar Bandung

Momen Haru Pemakaman Pria Berbobot 200 Kg di TPU Astanaanyar Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 30 Jul 2026 16:57 WIB
Proses pemakaman jenazah berbobot 200 kilogram di TPU Astanaanyar.
Proses pemakaman jenazah berbobot 200 kilogram di TPU Astanaanyar. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Tak semua panggilan tugas petugas pemadam berakhir di lokasi kebakaran. Pada Kamis (30/7/2026) pagi, mereka justru mengemban misi berbeda di TPU Astanaanyar, Kota Bandung, untuk membantu mengantar seorang warga ke peristirahatan terakhirnya.

Pengalaman ini lah yang dirasakan personel Peleton 3 Regu 3 Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung. Sejak pukul 07.00 WIB, mereka telah mendapat panggilan untuk membantu proses pemakaman seorang pria berinisial AN (41) dengan berat lebih dari 200 kilogram.

"Jadi dari jam 7 pagi, pihak keluarga menginformasikan kepada kami ada yang meninggal dunia. Pihak keluarga memohon ke kita dikarenakan obesitas, pasti enggak akan kuat untuk membawanya ke liang lahad," kata Komandan Penyelamatan Regu 3 Diskarmatan Kota Bandung Totoy Yuhasmana saat berbincang dengan detikJabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas kemudian menyiapkan sejumlah peralatan yang harus dibawa ke lokasi. Pukul 08.00 WIB, datang kembali panggilan yang kedua dengan informasi jenazah akan dimakamkan di TPU Astanaanyar.

Peralatan vertical rescue seperti tripod, tangga, karabiner dan tali pengikat langsung disiapkan. Pukul 09.15 WIB, total 11 petugas di antaranya 6 personel rescue pun sudah tiba di lokasi pemakaman.

ADVERTISEMENT

"Tiba di lokasi, kita langsung prepare dan maping untuk menyiapkan alatnya dan teknik evakuasinya seperti apa. Setelah beres, jenazah pun datang dibawa pakai ambulans," ungkap Totoy.

Saat jenazah tiba, kendala pun dirasakan petugas Diskarmatan. Sebab dengan berat lebih dari 200 kilogram, jenazah tidak memungkinkan untuk digotong seperti biasa menggunakan keranda.

Petugas akhirnya mengangkat jenazah itu menggunakan tangga yang biasa dipakai di mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 20 orang dikerahkan untuk bisa menggotong jenazah menuju pemakaman.

Proses pemakaman jenazah berbobot 200 kilogram di TPU Astanaanyar.Proses pemakaman jenazah berbobot 200 kilogram di TPU Astanaanyar. Foto: Istimewa

Untungnya, jarak ambulans ke liang lahat hanya berjarak 10 meteran. Petugas Diskarmatan juga mengikat tali simpul di beberapa bagian tubuh jenazah untuk mempermudah proses pemakamannya.

"Kita gunakan teknik vertical rescue, pakai alat blok ankle. Ketika jenazah di atas tangga, kita tarik dulu ke atas, terus tangganya kita singkirkan. Setelah itu, Alhamdulillah jenazahnya bisa masuk liang lahat dan dimakamkan sesuai syariat Agama Islam," ucapnya.

Proses penanganan itu pun akhirnya selesai sekitar pukul 10.30 WIB. Bagi Totoy sendiri, kejadian ini jadi pengalaman pertama untuknya selama bertugas sebagai personer Diskarmatan.

Biasanya, kata Totoy, dia dan regunya hanya mengevakuasi seseorang yang mengalami obesitas yang membutuhkan pertolongan di area seperti lantai dua perumahan. Namun sekarang, kondisinya jauh berbeda dengan pengalaman yang dia rasakan.

Setelah proses itu selesai, ada kebanggaan yang Totoy rasakan. Sebab kemudian, prosesi pemakaman jenazah itu bisa lancar sesuai dengan harapan.

"Bisa dikatakan keluarga juga terharu yah karena mendapat bantuan pertolongan. Meskipun mereka enggak banyak bicara, tapi kami bisa merasakan itu dari gestur dan sorot matanya," kata Totoy.

Totoy sekaligus mengimbau kepada masyarakat jika membutuhkan bantuan petugas Diskarmatan bisa langsung menghubungi call center 112 dan 113. Ia menjamin semua layanan Diskarmatan gratis tanpa dipungut biaya apapun.

(ral/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads