Aksi Damkar di Bandung Bantu Evakuasi-Makamkan Jenazah 200 Kg

Aksi Damkar di Bandung Bantu Evakuasi-Makamkan Jenazah 200 Kg

Yuga Hassani - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 14:15 WIB
Petugas damkar evakuasi jenazah pria obesitas di Pangalengan, Bandung.
Petugas damkar evakuasi jenazah pria obesitas di Pangalengan, Bandung. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Perjuangan dan dedikasi tidak kenal lelah ditunjukkan petugas pemadam kebakaran kala memberikan bantuan ke masyarakat. Selain memadamkan api, petugas juga tak jarang mendapatkan tugas yang tidak biasa.

Terbaru, petugas damkar di Kabupaten Bandung, diminta membantu prosesi evakuasi jenazah obesitas dari rumah hingga ke pemakaman.

Cerita itu bermula saat petugas menerima laporan untuk mengevakuasi jenazah pria berinisial R (31) di Kampung Cinangsi, Desa Marga Mekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pria tersebut meninggal dunia dalam kondisi obesitas dengan berat badan mencapai 200 kilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya kami menerima laporan sekitar jam 8 tadi pagi," ujar Kasie Penyelamatan Non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Bandung, Sopandi, kepada detikJabar, Minggu (19/7/2026).

Dari laporan tersebut diketahui almarhum meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026). Pihak keluarga dan warga setempat kesulitan memakamkan jenazah karena terkendala berat badan yang mencapai 200 kilogram.

ADVERTISEMENT

"Jadi keluarga dan warga setempat bingung membawa ke pemakamannya gimana. Jadi didiemin dulu aja satu hari di rumah almarhum. Nah tadi sekitar jam 8 pagi pihak dari RT setempat dan keluarganya meminta bantuan ke damkar," katanya.

Petugas damkar kemudian bergerak mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan. Sopandi menuturkan, setibanya di lokasi, petugas mendapati akses pintu rumah yang berukuran sempit.

"Jadi pas kita datang ke rumahnya, ternyata susah ngeluarin lewat pintu. Jadi kami bongkar aja papan rumahnya buat ngeluarin jenazah almarhum," katanya.

Sopandi menyebutkan jenazah tersebut langsung dibawa ke area pemakaman menggunakan tandu basket (basket stretcher). Tandu tersebut berukuran besar dan memang diperuntukkan mengevakuasi manusia dalam kondisi darurat.

"Soalnya tandunya besar, jadi aman," jelasnya.

Setibanya di lokasi pemakaman, Sopandi menjelaskan tandu tersebut diturunkan menggunakan tali khusus secara bersama-sama. Petugas dan warga lainnya telah bersiaga di dalam liang lahad.

Petugas damkar evakuasi jenazah pria obesitas di Pangalengan, Bandung.Petugas damkar evakuasi jenazah pria obesitas di Pangalengan, Bandung. (Foto: Istimewa)

"Kita memungkinkan pakai tripod rescue, soalnya kuburannya tidak terlalu dalam. Jadi tandunya diturunkan pakai tali dipegang bareng-bareng. Terus ada beberapa orang dan petugas yang membawa dari dalam kuburan," ungkapnya.

Proses pemakaman tersebut dilakukan oleh tim rescue Mako Soreang dan Disdamkar Pos Pangalengan. Total personel yang diturunkan mencapai delapan orang.

"Iya kami ada 8 orang yang membantu memakamkan," bebernya.

Sopandi mengaku baru pertama kali memberikan bantuan penyelamatan untuk pemakaman warga yang obesitas. Oleh sebab itu, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Kalau ngangkut obesitas dan ngebantuin ke pemakaman mah baru pertama kali. Cuma kalau bantuan evakuasi obesitas mah sering, dulu pernah bantuin yang obesitas ke rumah sakit. Terus ada juga yang obesitas terperosok ke selokan, terus dibantuin sama damkar," ungkapnya.

Proses bantuan pemakaman tersebut berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Setelah pemakaman selesai, petugas langsung balik kanan menuju markas masing-masing.

"Iya proses pemakaman selesai sekitar sampai jam 11an siang," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads