Kebakaran lahan kering kembali terjadi saat musim kemarau panjang di dua lokasi di Kabupaten Bandung. Area yang terbakar mayoritas berada pada lahan kering di area perbukitan dan pegunungan.
Peristiwa kebakaran titik pertama berada di area perbukitan Cikuya, Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Video kebakaran tersebut sempat viral di media sosial.
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung Asep Bintang mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu (29/7/2026). Area yang terbakar berada di perbukitan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya kalau kebakaran di Lagadar itu area yang terbakarnya semak belukar dekat perumahan, alhamdulillah bisa kita atasi," ujar Asep, kepada awak media, Kamis (30/7/2026).
Pihaknya menerjunkan personel dari Pos Taman Kopo Indah (TKI) dan Mako Soreang untuk memadamkan api. Menurutnya, sumber kebakaran berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet hingga ke semak belukar.
"Area yang semak belukar yang terbakarnya. Dengan luas semak belukar yang terbakar itu 200 meter persegi," katanya.
Kebakaran lahan atau semak belukar juga terjadi di Gunung Anjing, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. Dari video yang beredar, api menyala membakar sebagian puncak Gunung Anjing.
Asep mengungkapkan, area kebakaran di Gunung Anjing berada di puncak gunung dan tidak bisa dijangkau kendaraan maupun berjalan kaki. Lokasi titik yang terbakar juga berada jauh dari permukiman warga.
"Sebagai informasi penangan kita pantulkan ke BPBD karena area sangat jauh, terus area yang terbakar jauh dari pemukiman, rumah penduduk jadi kita hanya monitoring saja," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana mengungkapkan, sebanyak 88 kebakaran lahan terjadi sejak 1 Januari hingga 29 Juli 2026. Data tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan.
"Peningkatan terjadi bulan Juni sebanyak 13 kali dan 72 kali pada bulan Juli hingga tanggal 29 kemarin," pungkasnya.
Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
