Kota Banjar bersiap menatap masa depan dengan sejumlah rencana pengembangan berskala besar. Pemerintah Kota Banjar mulai menyusun berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kawasan ekonomi baru, rest area di jalur nasional, hingga superblock yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru.
Wali Kota Banjar Sudarsono mengatakan, arah pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing Kota Banjar sebagai daerah perbatasan yang memiliki posisi strategis di jalur penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menurutnya, salah satu proyek yang akan menjadi perhatian adalah pembangunan PLTS yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Pusat berencana membangun PLTS melalui Indonesia Power. Proyek ini membutuhkan lahan sekitar 130 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun. Kalau semua tahapan berjalan sesuai rencana, kami berharap proyek ini sudah mulai terealisasi pada 2028," ujar Sudarsono di Setda Kota Banjar, Rabu (29/7/2026).
Ia menilai, kehadiran PLTS tidak hanya memperkuat sektor energi ramah lingkungan, tetapi juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang investasi baru di Kota Banjar.
Tak berhenti di situ, Pemkot Banjar juga tengah menyiapkan kawasan strategis ekonomi seluas sekitar 500 hektare. Lokasinya berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan jalur nasional sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
"Kami sedang berupaya menarik investor agar kawasan ini bisa berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi baru. Nantinya tidak hanya ada kawasan industri, tetapi juga pergudangan dan kawasan perumahan yang saling terintegrasi," katanya.
Selain kawasan ekonomi, Sudarsono juga mengungkapkan rencana pembangunan rest area di jalur nasional yang melintasi Kota Banjar. Pemkot akan menjajaki kerja sama dengan Perhutani untuk memanfaatkan lahan yang tersedia.
"Kami ingin para pengguna jalan memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat saat melintas di Banjar. Harapannya, rest area ini bukan hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar," jelasnya.
Rencana besar lainnya adalah pengembangan kawasan superblock di area Terminal Kota Banjar. Kawasan tersebut dipandang memiliki posisi yang strategis dan berpotensi menjadi pusat kota baru.
"Lokasinya sangat strategis. Kami berharap kawasan ini bisa menjadi magnet baru sehingga masyarakat yang melintas menuju Pangandaran atau daerah lainnya tertarik berhenti sejenak, menikmati suasana Kota Banjar, sekaligus menggerakkan sektor perdagangan dan jasa," ungkap Sudarsono.
Ia berharap berbagai rencana tersebut dapat menjadikan Kota Banjar sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat di wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Ciamis, Pangandaran, hingga Cilacap.
"Ke depan kami ingin Banjar menjadi kota yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar. Jadi warga dari Ciamis, Pangandaran, maupun Cilacap tidak perlu pergi jauh untuk berbelanja atau mendapatkan layanan tertentu. Semua bisa tersedia di Kota Banjar, sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat lokal," pungkasnya.
(yum/yum)
