Matahari Rabu (29/7/2026) menyengat di halaman Kantor Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Namun, panas itu tak menyurutkan langkah ratusan warga yang datang berbondong-bondong sejak pagi. Bukan sekadar berkumpul, mereka membawa misi penting, berburu kebutuhan pokok di gelaran Pasar Murah, sembari menanti kucuran air bersih dan bibit tanaman gratis.
Antrean warga tampak mengular dengan tertib. Target utamanya adalah beras medium. Dengan harga Rp60.000 per 5 kilogram, angka yang jauh di bawah label pasar saat ini, komoditas tersebut menjadi primadona yang paling cepat ludes. Tak hanya beras, meja-meja pedagang juga dipenuhi telur ayam, minyak goreng, gula, hingga sayuran segar yang langsung diserbu ibu-ibu.
Salah satunya adalah Nunung (55). Warga setempat ini tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya setelah berhasil mendapatkan bahan pangan dengan harga miring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, senang sekali ada pasar murah seperti ini. Sangat membantu masyarakat kecil seperti saya, apalagi harga beras 5 kilo cuma Rp60 ribu, di pasar mah lumayan harganya. Kalau bisa mah sering-sering ada acara begini," ujar Nunung.
Di sudut lain, pemandangan tak kalah sibuk terlihat pada deretan truk tangki air. Jeriken-jeriken plastik milik warga berbaris rapi, menunggu giliran diisi air bersih untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Bagi warga Tamansari, bantuan ini adalah napas segar di tengah krisis air akibat kemarau panjang yang melanda wilayah mereka.
Selain urusan perut dan air, panitia juga membagikan bibit tanaman buah dan kayu secara cuma-cuma. Langkah ini menjadi investasi hijau untuk menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menghijaukan kembali lingkungan di masa depan.
Kegiatan sosial ini pun menjadi panggung kolaborasi lintas institusi. Tampak hadir anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia, anggota DPD RI Alfiansyah Komeng, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra, serta perwakilan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Lola Nelria Oktavia menyebutkan bahwa aksi nyata ini lahir dari diskusi kreatif bersama sang senator, Komeng. Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan solusi langsung bagi persoalan masyarakat.
"Kalau saya berkumpul dengan Pak Komeng, selalu ada aja ide luar biasa. Dan alhamdulillah, idenya selalu tentang bagaimana cara kita membuat gebrakan yang berguna untuk masyarakat banyak," tutur Lola.
Suasana pasar murah di Kantor Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar |
Ia menambahkan bahwa sosok Komeng memiliki jaringan luas yang dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan publik.
"Pak Komeng ini dikenal banyak pihak dan kementerian. Beliau tidak mau menyia-nyiakan kemanfaatan itu. Apa yang kita jalankan hari ini bukanlah yang terakhir, tapi menjadi pembuka bagi kemudahan kita semua, untuk terus berguna sesuai amanah masyarakat. Tunggu saja gebrakan-gebrakan selanjutnya untuk manfaat masyarakat," imbuh Lola.
Sementara itu, Alfiansyah Komeng tetap tampil dengan gaya khasnya. Di tengah suasana serius, ia berkali-kali melempar banyolan yang memecah tawa warga dan pejabat yang hadir. Dengan rendah hati, Komeng menyebut perannya hanyalah sebagai fasilitator di lapangan.
"Saya ini sebenarnya cuma penyambung. Yang benar-benar berkeringat itu Ibu Lola, Pak Wakil Wali Kota, dan Pak Maino dari Bapanas. DPD itu kerjanya nyambung-nyambungin doang," kata Komeng.
Candaannya pun berlanjut saat membahas koordinasi bantuan pangan. "Bapanas ini sudah ada di seluruh Indonesia. Jadi kalau nanti butuh bantuan pangan, tinggal koordinasi lokasinya. Seperti di Tasik ini ngambil dari Bulog, walaupun Bulog memegang 6 wilayah. Nggak tahu kalau Palog, saya cuma kenal istrinya doang, Bulog," seloroh Komeng yang disambut gelak tawa riuh.
Di sisi teknis, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.
"Inflasi di bulan Juni secara nasional masih cukup tinggi, sekitar 3,14 persen. Jawa Barat sedikit lebih rendah di angka 3,08 persen, tapi Tasikmalaya ini hanya 2,72 persen. Dan inflasi Kota Tasikmalaya itu ternyata turun, bulan sebelumnya 2,82 persen," kata Maino.
Maino juga membawa kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah berencana segera mendistribusikan bantuan pangan beras dalam jumlah besar untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Pemerintah dalam waktu dekat ini akan menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10 kg. Ini diperuntukkan untuk sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat. Tiga bulan alokasi disalurkan dalam satu waktu sehingga nanti masing-masing keluarga penerima manfaat menerima 30 kg beras," kata Maino.

