Kursi Roda untuk Malik dan Mimpi Besar dari SDN Sindanggalih

Kursi Roda untuk Malik dan Mimpi Besar dari SDN Sindanggalih

Faizal Amiruddin - detikJabar
Rabu, 29 Jul 2026 06:30 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik saat menyerahkan bantuan kursi roda.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik saat menyerahkan bantuan kursi roda. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Pagi itu di SDN Sindanggalih, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, gurat bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Muhamad Malik. Siswa kelas 1 SD ini akhirnya bisa bernapas lega. Selama ini, kelumpuhan yang dideritanya membuat langkah kaki Malik terasa berat, bahkan untuk sekadar menyusuri koridor sekolah.

Namun, Selasa (28/7/2026) menjadi titik balik bagi Malik. Sebuah kursi roda baru dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan kini menjadi 'kaki' barunya. Bantuan ini bukan sekadar alat bantu mobilitas, melainkan simbol bahwa keterbatasan fisik tak boleh memutus akses seorang anak terhadap ilmu pengetahuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, turun langsung memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan Malik. Langkah ini diambil sebagai respons cepat setelah pihaknya mendengar kabar mengenai kondisi fisik sang pelajar.

"Kami pastikan, pendidikan itu menjadi hak seluruh anak. Kehadiran ini untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan agar setiap anak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan nyaman," ujar Rojab.

ADVERTISEMENT

Bagi Rojab, setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi. Ia menegaskan bahwa kondisi fisik bukanlah tembok penghalang bagi masa depan.

"Tentu kami berharap mobilitas Malik terbantu, semangat belajarnya harus tetap terjaga," tuturnya.

Di balik penyerahan bantuan ini, ada kerja keras lintas instansi. Rojab menceritakan bagaimana Dinas Pendidikan bersinergi dengan Dinas Sosial untuk mencari alat bantu yang tepat. Pasalnya, mencari kursi roda yang sesuai dengan ukuran anak-anak ternyata memiliki tantangan tersendiri.

"Sebetulnya, di kami juga ada kursi roda, hanya setelah dilihat itu untuk orang dewasa. Alhamdulillah, kami dibantu Dinsos, sehingga kebutuhan kursi roda untuk Malik dapat terpenuhi," jelas Rojab.

Ia pun berpesan kepada seluruh satuan pendidikan di Kota Tasikmalaya agar lebih peka terhadap kondisi siswa. Rojab tidak ingin ada satu pun murid yang merasa terabaikan hanya karena membutuhkan pendampingan khusus.

"Kami memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan aktivitas Malik, baik di sekolah maupun di rumah," tambah Rojab.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Malik nyatanya adalah siswa yang cemerlang. Winarni, Wali Kelas 1C SDN Sindanggalih, memberikan kesaksian bahwa kemampuan akademik Malik sangat membanggakan. Dalam dua minggu pertama sekolah, Malik mampu menyerap materi pelajaran dengan sangat baik, layaknya teman-teman sebayanya.

"Secara akademik saat mengikuti pembelajaran selama dua minggu ini Malik sama seperti teman-temannya, nggak ada hambatan. Hanya saja memang terkendala dari pertumbuhan kondisi fisik," kata Winarni.

Rasa haru juga menyelimuti hati Ariana Kurniati, ibu kandung Malik. Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa-doanya. Selama ini, ia menyaksikan sendiri bagaimana putranya berjuang melawan masalah tumbuh kembang yang membuatnya sulit berdiri. Namun, di tengah kesulitan itu, semangat Malik untuk bersekolah tak pernah padam.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kursi roda ini sangat bermanfaat bagi anak kami dan keluarga. Mudah-mudahan Malik bisa semakin semangat belajar dan meraih cita-citanya. Dia ada masalah dalam pertumbuhannya," kata Ariana dengan nada penuh syukur.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads