Panggilan Hati Deni Gusmawan Meski Digaji Rp 750 Ribu Per Bulan

Panggilan Hati Deni Gusmawan Meski Digaji Rp 750 Ribu Per Bulan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 29 Jul 2026 12:43 WIB
Guru SLB B Karya Bhakti Kota Bandung Deni Gusmawan
Guru SLB B Karya Bhakti Kota Bandung Deni Gusmawan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Selama 15 tahun, Deni Gusmawan mengabdikan dirinya untuk mengajar anak-anak penyandang disabilitas di SLB B Karya Bhakti, Kota Bandung. Di tengah kondisi sekolah yang kurang ideal, ia tetap bertahan meski hanya menerima honor Rp 750 ribu per bulan.

Bagi Deni, menjadi guru di sekolah luar biasa bukan sekadar pekerjaan. Ada kebahagiaan yang ia rasakan setiap hari saat mendampingi anak-anak dengan segala keunikan mereka. Dari celotehan polos hingga cerita sederhana tentang kehidupan di rumah, semuanya menjadi warna tersendiri dalam kesehariannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sekolah tempat Deni mengabdikan diri kini tengah berada dalam kondisi memprihatinkan. SLB B Karya Bhakti terancam tak bisa melanjutkan operasional karena kekurangan siswa. Di sisi lain, lahan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar hingga kini masih berstatus sewa.

Sekolah swasta untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu berlokasi di Jalan Persaudaraan Nomor 35 Hantap, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Kondisinya pun jauh dari kata ideal.

ADVERTISEMENT

Ruang kelas yang sempit menjadi tempat para siswa menimba ilmu. Saat hujan turun deras, atap sekolah kerap bocor hingga membuat sejumlah bagian lingkungan sekolah tergenang. Letaknya yang berada di tengah kawasan padat penduduk juga membuat ruang gerak para siswa menjadi terbatas.

Saat ini, SLB B Karya Bhakti hanya memiliki 16 siswa yang tersebar di jenjang SD, SMP, dan SMA luar biasa. Para siswa memiliki beragam kondisi, mulai dari tunagrahita, tunadaksa, tunarungu, autisme hingga down syndrome.

Di tengah segala keterbatasan itu, para guru tetap memilih bertahan. Mereka datang setiap hari, mengajar, mendampingi, dan memberikan perhatian kepada para siswa. Salah satunya Deni, yang telah 15 tahun mengabdikan diri di sekolah tersebut.

Bagi Deni, mengajar anak-anak penyandang disabilitas bukan semata-mata tentang pekerjaan dan penghasilan. Ia memandang profesinya sebagai bentuk pengabdian sekaligus ibadah kepada sesama.

"Setiap hari kami tidak pernah kehabisan alasan untuk tersenyum, karena anak-anak di sini memberikan kebahagiaan buat kami. Kadang ada celotehan-celotehan mereka yang membuat hari kami lebih berwarna. Misalnya mereka bercerita soal apa yang terjadi di rumah. Karena masih polos, semua diceritakan kepada kami. Itu yang kadang membuat kami tertawa," kata Deni saat berbincang dengan detikJabar belum lama ini.

Namun di balik senyum dan tawa yang Deni rasakan, ada permasalahan bagi dirinya yang begitu krusial. Pendapatannya sebagai seorang guru di sana jauh dari kata ideal lantaran hanya mendapat gaji Rp 750 ribu per bulan.

Akhirnya bagi Deni, gaji tersebut mesti dicukup-cukupkan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Untuk menambah pemasukan, ia kemudian mengajar ekstrakurikuler dengan penghasilan tambahan Rp 1 juta per bulan.

"Kalau dukanya, mungkin sama seperti guru-guru yang lain. (Gaji) Sekitar Rp750 ribu per bulan. Tapi kalau ditambah sertifikasi dan kegiatan ekstrakurikuler, paling sekitar Rp1 juta," ucap Deni

"(Cukup, pak?) Ya, enggak. Ya dicukup-cukupin saja. Kalau disebut cukup, ya dicukup-cukupin saja, tergantung kitanya," jawabnya.

Bagi Deni, bertahan selama 15 tahun di SLB B Karya Bhakti bukanlah perkara mudah. Ada penghasilan yang pas-pasan, kondisi sekolah yang serba terbatas, hingga masa depan sekolah yang masih diliputi ketidakpastian.

Namun, semua itu tak lantas membuat langkahnya berhenti. Selama masih ada anak-anak yang membutuhkan tempat untuk belajar dan seseorang yang mendampingi mereka, Deni memilih untuk tetap berada di sana.

Sebab, bagi Deni, menjadi guru di SLB B Karya Bhakti bukan hanya tentang berapa rupiah yang ia bawa pulang setiap bulan. Ada tawa anak-anak, cerita-cerita polos, dan kebahagiaan sederhana yang membuatnya merasa bahwa pengabdiannya selama ini tak pernah sia-sia.

"Kalau untuk anak-anak, ya kami tetap semangat. Karena mereka juga butuh kami," pungkas Deni.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads