Kekayaan bawah laut Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini punya benteng pertahanan baru yang digerakkan langsung oleh masyarakat peduli lingkungan. Wadah itu adalah Komunitas Penggiat Konservasi Nyelam Sukabumi atau yang populer dikenal sebagai Komunitas PENYU.
Pengawas Komunitas PENYU, Wan Wan, bercerita bahwa gerakan ini lahir dari rasa resah melihat kondisi laut yang makin butuh perhatian bersama. Dari sanalah niat untuk merangkul semua kalangan menjaga perairan Sukabumi mulai dipupuk.
"Kami ingin Komunitas PENYU ini jadi rumah bersama. Wadah kolaborasi buat siapa saja yang peduli sama kelestarian laut Sukabumi, supaya lingkungan tetap terjaga dan masyarakat lokal juga merasakan manfaat kesejahteraannya," ujar Wan Wan hangat kepada detikJabar, Selasa (28/7/2026).
Semangat itu tak cuma berhenti di kata-kata. Komunitas PENYU mulai merangkul berbagai kalangan. Mereka menggandeng pekerja sosial, akademisi, pencinta lingkungan, sampai pembuat kebijakan. Edukasi isu laut, kampanye kebersihan perairan, hingga aksi nyata di lapangan terus digulirkan agar dampaknya benar-benar terasa.
Mencetak Penyelam Konservasi Lewat Sukabumi Diving Club
Bukan cuma mengajak menjaga laut dari daratan, Komunitas PENYU ingin warga lokal bisa melihat sendiri keindahan bawah air Teluk Palabuhanratu. Dari keinginan itulah lahir Sukabumi Diving Club.
"Alasan kami bikin Sukabumi Diving Club sederhana, kami ingin memasyarakatkan olahraga selam. Kami ingin makin banyak warga yang bisa menyelam, tapi bukan sekadar nyelam rekreasi, melainkan penyelam yang punya kepedulian tinggi sama konservasi laut. Latihannya kami mulai dari kolam renang dulu," terang Wan Wan.
Melalui klub ini, dihadirkan program pengenalan bertajuk Basic Discovery Scuba Program yang populer dengan sebutan Try Scuba atau Discover Scuba Diving (DSD). Wan Wan menegaskan kalau program ini didesain sangat aman buat pemula.
"Lewat Try Scuba, pemula bisa ngerasain serunya bernapas di dalam air pakai alat SCUBA tanpa perlu terhubung selang ke permukaan. Tenang saja, dari teknik dasar sampai cara bernapas dalam air bakal didampingi langsung sama instruktur profesional," jelas Wan Wan.
Di kolam dangkal, peserta dikenalkan pada alat selam dasar seperti masker, fins (kaki katak), tabung nitrox, regulator, hingga BCD. Instruktur juga bakal memandu cara mengatur napas, melayang seimbang di air (buoyancy), menyamakan tekanan telinga (equalize), sampai menguras air masker (mask clearing).
Meski bersifat rekreasi dan belum sertifikasi penuh, program ini jadi langkah awal yang berkesan sebelum mengambil lisensi seperti Open Water Diver.
Simak Video "Menikmati Kesegaran Kelapa Pasca Berenang di Sukabumi"
(sya/mso)