Kondisi memprihatinkan menimpa dua sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Fasilitas belajar yang seharusnya nyaman, justru terancam karena bangunan yang sudah lapuk, bahkan ambruk.
Kondisi itu ada di SDN 2 Bojonggambir. Kondisinya rusak cukup parah. Ratusan siswa kini harus belajar di bawah atap yang bolong dan dinding yang nyaris ambruk. Bangunan ini tercatat belum pernah direnovasi sejak dibangun tahun 2003.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala SDN 2 Bojonggambir, Ridwan, mengaku khawatir dengan kondisi seluruh ruangan dari kelas 1 sampai kelas 6.
"Semua ruangan kurang layak. Selain atap bolong, sebagian dinding sudah retak-retak. Kalau musim hujan, ruang kelas dipastikan bocor dan sangat mengganggu proses belajar mengajar," ungkap Ridwan.
Saat ini ada 110 siswa dan 7 guru di sekolah tersebut. Meski begitu, prestasi O2SN dan PAI siswa SDN 2 Bojonggambir tetap moncer di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Kondisi lebih parah dialami SMPN 1 Bantarkalong. Dua ruang kelas ditambah ruang kesenian mendadak roboh pada Senin (27/7).
Beruntung kejadian terjadi di luar jam KBM. Semua siswa sudah pulang seusai ekstrakurikuler, sehingga tidak ada korban jiwa.
Kepala SMPN 1 Bantarkalong, Nono Darsono, menduga penyebabnya karena bangunan sudah lapuk dimakan usia.
"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa karena kejadiannya sore hari setelah anak-anak selesai ekstrakurikuler dan sudah pulang. Bangunan diduga sudah lapuk karena usia," ujar Nono dikonfirmasi Selasa (28/7).
Selain dua ruangan yang ambruk, Nono menyebut ruang lab dan perpustakaan juga dalam kondisi memprihatinkan. Untuk sementara, siswa kelas IX yang terdampak dipindahkan belajar ke Aula SMPN 1 Bantarkalong.
"Kami sudah laporkan ke dinas dan responnya sangat baik. Sudah diajukan tahun ini memang ada bantuan revitalisasi. Kami sangat berharap bantuan tersebut bisa segera turun," pungkas Nono.
Dua sekolah ini jadi bukti bahwa akses mudah dan prestasi tinggi tidak menjamin perhatian terhadap infrastruktur pendidikan. Guru, siswa, dan orang tua kini hanya bisa berharap janji rehab dan revitalisasi segera terealisasi sebelum terjadi musibah yang lebih besar.
(orb/orb)
