Kebakaran di Puncak Habibie Sukabumi, Sudah 7 Jam Membara!

Kebakaran di Puncak Habibie Sukabumi, Sudah 7 Jam Membara!

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 27 Jul 2026 18:37 WIB
Kondisi Puncak Habibie yang kebakaran.
Kondisi Puncak Habibie yang kebakaran. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Kebakaran hebat melanda kawasan lahan di Gunung Pangleseran atau yang lebih dikenal sebagai Puncak Habibie, Kabupaten Sukabumi. Si jago merah dilaporkan masih menyala dan belum berhasil dipadamkan hingga tujuh jam sejak pertama kali terlihat.

Danpos 1 Palabuhanratu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi, Aceng Ismail, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk mengantisipasi perembetan api. Lokasi kejadian tepatnya di Kampung Cilengka RT 01 RW 05, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Damkar sudah standby di bawah, takut ada perembetan ke pemukiman warga," ujar Aceng saat dikonfirmasi detikJabar, Senin (27/7/2026).

Aceng menyebutkan, titik api pertama kali terpantau oleh warga sejak pukul 11.00 WIB. Berdasarkan dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh aktivitas pembakaran yang tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, petugas di lapangan menghadapi kendala utama dalam proses pemadaman karena medan yang sulit dijangkau. Lokasi titik api berada di area yang jauh dan tidak terjangkau oleh personel secara langsung.

"Cuman jauh, masih jauh aja ini. Enggak terjangkau oleh manusia,. Iya, tidak terjangkau. Jadi kami standby di sini," jelasnya.

Untuk menangani situasi ini, pihak Damkar Kabupaten Sukabumi mengerahkan satu unit kendaraan pemadam (KR) ke lokasi terdekat guna memantau perkembangan situasi dan bersiaga jika api mendekati kawasan permukiman.

"Jaraknya ke pemukiman masih jauh. Untuk perkiraan luas lahan yang terbakar belum bisa dipastikan, nanti akan kami informasikan lebih lanjut," tambah Aceng.

Sementara itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengatakan, peristiwa yang terjadi ini sempat membuat warga sekitar panik lantaran api membesar dengan cepat. Kondisi vegetasi yang didominasi oleh alang-alang kering membuat si jago merah dengan mudah melalap area tersebut.

"Api dengan cepat membesar akibat tiupan angin yang cukup kencang di sekitar lokasi," ujar Okih saat dikonfirmasi.

Okih memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini. Mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan yang masih mengintai, Pemerintah Kecamatan Cisolok mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga serta penggarap lahan di kawasan perbukitan dan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Segera laporkan kepada aparat apabila ditemukan potensi atau kejadian kebakaran guna mencegah meluasnya dampak," kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan bersama unsur terkait masih terus memantau pergerakan titik api di kawasan Puncak Habibie sambil menunggu situasi memungkinkan untuk penanganan lanjutan.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads