Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara untuk memburu begal, copet, jambret, hingga pelaku kejahatan jalanan. Dedi menyiapkan hadiah Rp 5-50 juta bagi warga yang bisa menangkap begal tersebut hidup-hidup dan diserahkan ke polisi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut merespons sayembara itu. Sebagai wilayah yang rawan dengan aksi kejahatan jalanan, ia mengaku ikut dengan kebijakan Dedi Mulyadi.
"Kalau saya ikut Gubernur, titik. Pokoknya saya ikut Gubernur saja. Termasuk siskamling, semua saya ikut Gubernur," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Farhan tetap memberi pesan tegas bagi siapapun yang tertarik dengan sayembara itu. Warga Kota Bandung kata dia, dilarang melakukan aksi main hakim sendiri, atau yang menjurus ke tindakan kejahatan.
"Tapi pesan saya hanyalah kepada warga Bandung, jangan main hakim sendiri. Toh pesan dari Gubernur juga jelas, tidak boleh digebukin, tidak boleh dibunuh," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, copet, jambret, hingga pelaku kejahatan jalanan lainnya untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam keadaan hidup.
Hadiah yang disiapkan pun tak main-main, yakni mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta, bergantung pada aksi penangkapan yang dilakukan warga.
"Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ucap Dedi, Kamis (23/7/2026).
