Debu beterbangan di antara deru ombak Pantai Legokjawa saat derap langkah ratusan kuda pacu menggetarkan lintasan pada Minggu (26/7/2026). Di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, panggung megah menjadi saksi gelaran bergengsi Indonesia Derby 2026.
Lintasan ikonik yang bersisian langsung dengan garis pantai ini bukan sekadar arena adu cepat, melainkan magnet wisata yang kembali menghidupkan denyut ekonomi warga.
Bagi Rizky Fazri Gunawan (40), keriuhan ini bak mesin waktu. Warga Pangandaran ini memandang jauh ke lintasan, mengenang masa kecilnya saat sang ayah kerap mengajaknya ke tempat yang sama. Baginya, ajang sebesar ini menjadi momen langka yang hanya menyapa setahun sekali, jauh berbeda dengan kompetisi kecil yang biasanya sepi peminat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu waktu kecil sering diajak ke sini sama bapak lihat kuda pacu. Cuman belum sebanyak ini pesertanya jadi bikin nostalgia," kata Rizky saat berbincang dengan detikJabar, Minggu (26/7/2026).
Tak sekadar menonton, Rizky memanfaatkan momen ini sebagai ajang reuni dadakan. Di tengah keramaian penonton, ia kembali bersua dengan kawan-kawan lama semasa sekolah. "Ya tadi ketemu teman-teman lama zaman sekolah di SMP. Jadi sekalian reuni dadakan nonton kuda," katanya.
Geliat di tribun dan pinggir lintasan juga menjadi berkah bagi warga lokal seperti Haikal Purnama. Di tengah cuaca pantai yang terik, ia sibuk menjajakan tikar plastik kepada para pengunjung yang ingin duduk nyaman. Baginya, Indonesia Derby adalah musim panen tahunan.
"Ya lumayan ini cuan tahunan kalo ada event barang ini baru keluar. Sambil bantu orang tua jualan jajanan anak," katanya.
Tahun ini, penyelenggara membawa napas baru. Kevin Jonathan, perwakilan penyelenggara, menjelaskan bahwa ajang ini mengusung konsep "Summer Race". Tak hanya menyuguhkan persaingan atletis, pengunjung juga dimanjakan dengan fasilitas hiburan keluarga, mulai dari Coconut Party atau pembagian es buah kelapa gratis, hingga area bermain anak.
Ambisi besar juga terpancar dari layar digital. Untuk pertama kalinya, ajang ini disiarkan langsung dengan standar internasional menggunakan bahasa Inggris melalui kanal YouTube Indonesia Horse Racing. Kevin menegaskan, ini adalah langkah nyata menuju visi "Race to the World Stage".
"Tak hanya itu, ajang tahun ini mencatatkan sejarah baru melalui siaran langsung berstandar internasional dalam bahasa Inggris di kanal YouTube Indonesia Horse Racing. Langkah inovatif ini diambil untuk menjangkau audiens global sesuai dengan visi utama IHR 2026, yaitu Race to the World Stage," ucap Kevin dalam konferensi pers, Minggu (26/7/2026).
Sebanyak 158 kuda pacu terbaik dari 13 daerah, mulai dari ujung Aceh hingga Papua Selatan, bertarung habis-habisan. Mereka memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp1 miliar serta Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Kemeriahan ini pun menarik perhatian mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Hadir di tengah kerumunan, Susi mengapresiasi lonjakan pengunjung yang mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Meski harus terjebak kemacetan panjang, ia melihatnya sebagai indikator positif bagi UMKM setempat. "Tadi saja dari pintu masuk utama ke Pacuan Legok hampir 1,5 jam karena kondisi jalanan nyah macet sekali," ucap Susi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Pacu PP Pordasi, Munawir, mengingatkan bahwa perjuangan para atlet belum usai. Indonesia Derby terbagi dalam dua seri utama, yakni kelompok umur di Pangandaran dan kelompok ketinggian di Tompaso, Manado. Akumulasi hasil dari kedua tempat ini yang nantinya akan menentukan siapa juara umum nasional yang sesungguhnya.
"Jadi setelah ini masih ada lagi pertandingan di beda tempat. Nentunya ini sebagai bentuk pembinaan para atlit agar bisa juga berkompetisi di tingkat internasional," ucapnya.
(iqk/iqk)
