BKN Uji Coba Kebijakan ASN Kerja Dekat Rumah, Ini Alasannya!

BKN Uji Coba Kebijakan ASN Kerja Dekat Rumah, Ini Alasannya!

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 24 Jul 2026 17:29 WIB
Ilustrasi ASN Kota Bandung
Foto: Istimewa
Bandung -

Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi memulai uji coba program 'Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga'. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa bertugas lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Pada tahap awal, skema ini diterapkan bagi pegawai BKN yang ditempatkan di lingkup Kantor Pusat, Kantor Daerah, hingga UPT BKN. Tujuannya jelas: agar para abdi negara bisa bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarga tercinta.

Lantas, apa sebenarnya alasan di balik kebijakan yang memihak ASN ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa kebijakan ini lahir dari keyakinan akan pentingnya work-life balance. Pegawai yang memiliki keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan diyakini bakal memberikan performa yang jauh lebih optimal bagi negara.

Menurut Zudan, bekerja dekat rumah tak hanya mendongkrak motivasi, tapi juga memberi ruang bagi ASN untuk menjalankan peran maksimal sebagai orang tua maupun anggota keluarga.

ADVERTISEMENT

"Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun penginapan akibat tinggal jauhan dengan keluarga," ujar Zudan, Kamis (23/07/2026).

Tak sekadar soal kualitas hidup, program ini juga menjadi jurus jitu BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga.

Zudan tak menampik jika selama ini banyak ASN yang harus 'merantau' dan hidup terpisah dari keluarga demi tugas negara. Kondisi ini memaksa mereka menanggung biaya ganda, mulai dari transportasi hingga biaya hidup di dua lokasi berbeda. Dengan penempatan dekat domisili, beban finansial tersebut diharapkan bisa terpangkas signifikan.

Langkah ini disebut sebagai inovasi kebijakan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah situasi di mana penyesuaian pendapatan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, pengurangan beban pengeluaran menjadi solusi cerdas tanpa menggerus kualitas pelayanan publik.

Saat ini, program tersebut masih berstatus uji coba internal di lingkungan BKN. Evaluasi mendalam akan terus dilakukan untuk melihat dampaknya terhadap produktivitas, efektivitas organisasi, hingga kualitas layanan kepada masyarakat.

Jika sukses, hasil evaluasi ini akan menjadi best practice atau percontohan dalam pengelolaan ASN yang berbasis pada kesejahteraan dan kinerja di masa depan.

"Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengabaikan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas. Semoga program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Semoga bermanfaat," jelas Zudan.

Melalui terobosan ini, BKN ingin menunjukkan bahwa manajemen ASN masa kini tak hanya soal angka kinerja, tapi juga memanusiakan pegawai sebagai aset utama birokrasi.

Harapannya sederhana namun berdampak besar: pegawai yang bahagia dan dekat dengan keluarga akan melahirkan produktivitas tinggi serta pelayanan publik yang jauh lebih prima bagi masyarakat.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di detikfinance dengan judul "Alasan ASN Bakal Diberi Kesempatan Kerja Dekat Rumah". Baca artikel aslinya di sini.



(tya/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads