Kota Bandung sedang menghadapi kondisi darurat begal. Bahkan beberapa waktu belakangan, muncul peta titik rawan aksi kejahatan jalanan yang dilabeli zona merah atau red zone begal.
Kemunculan peta titik rawan itu pun telah dibantah polisi maupun Pemkot Bandung. Dalam unggahan yang dibagikan, zona merah itu disebut tersebar di Flyover Kopo, Jalan Babakan Ciparay, Jalan BKR-Regol, Cikawao, dan Jalan Terusan Jakarta-Antapani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan kemarin sempat menyebar tuh poster empat titik rawan, merah, kuning, hijau, itu sudah terkonfirmasi yang membuatnya bukan polisi. Yang membuatnya bukan juga badan-badan pemerintahan, nah kita belum tahu siapa yang buat," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Kamis (22/7/2026).
Sebaran 7 Titik Rawan Begal di Kota Bandung
Farhan kemudian merilis tujuh titik zona merah rawan begal di Kota Bandung. Berikut ini sebarannya:
- Jalan Soekarno Hatta
- Jalan AH Nasution
- Taman Maluku
- Taman Lansia
- Taman Cibeunying
- Taman dan Alun-alun Regol
- Alun-alun Cicendo
"Jalan Soekarno Hatta dan AH Nasution itu karena itu masuk ke perbatasan Kabupaten Bandung dan Cimahi," ungkap Farhan.
Dijaga Polisi Bersenjata
Ketujuh titik rawan begal di Kota Bandung itu rencananya akan dijaga oleh polisi bersenjata. Rencananya, aparat yang bertugas akan melaksanakan patroli rutin dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
"Akan ada perhatian khusus, di mana nanti di titik-titik tersebut akan ditempatkan satuan khusus dari kepolisian yang dipersenjatai untuk menghindari yang namanya main hakim sendiri," kata Farhan.
"Nanti saya belum lihat, kita akan rapat secara detailnya. Cuman nanti patroli itu akan kita apelkan bersama setiap malam pasukan menyebar, baru akan kumpul lagi di jam 6 pagi," pungkasnya.
(iqk/iqk)
