Kota Bandung kini sedang menghadapi kondisi darurat begal. Pelakunya tak hanya beraksi di malam hari, namun juga nekat mengincar korban di waktu ramai saat pagi hari.
Terbaru, polisi telah menahan 19 orang tersangka dari kasus kejahatan jalanan seperti pencurian sepanjang Juli 2026. Total 11 motor diamankan sebagai barang bukti dari tindakan kejahatan ini.
Meski demikian, warga, terutama di Kota Bandung, tetap masih dilanda kegelisahan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun memberikan saran bagi warganya, terutama yang sering berpergian di malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farhan mengatakan, tindakan pencegahan yang paling dasar adalah dengan berkomunikasi kepada sanak keluarga. Mereka yang berencana melakukan perjalanan di malam hari, disarankan untuk membagikan lokasi secara ril yang berada di perangkat telepon genggam.
"Kita tahu apa yang mesti kita lakukan. Biasanya saya sudah melakukan profiling terhadap korban-korban, memang melewati beberapa titik yang rawan," kata Farhan saat ditemui detikJabar di Masjid Al Ukhuwah, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
"Maka dari itu saran dari kita ini sekarang, untuk tetap menimbulkan rasa aman maka komunikasi itu menjadi sangat penting. Ada handphone ya, kalau mau berangkat ke mana-mana tolong di-share loc. Tindakan-tindakan pencegahan ini begitu sangat penting dan harus jadi kesadaran kita bersama," ucapnya menambahkan.
Farhan menyadari tindakan itu tidak serta merta bisa membawa rasa aman bagi masyarakat Kota Bandung. Namun setidaknya, kata dia, upaya itu bisa jadi pencegahan jika terjadi aksi kejahatan jalanan.
"Apakah kemudian dengan share loc ini akan bisa menghentikan rampok, moal. Apa yang bisa menghentikan rampok Tindakan pencegahan bersama dengan aparat," ucapnya.
Menurut Farhan, rencananya, situasi darurat begal ini akan dibahas dalam rapat koordinasi bersama kepolisian dan Polda Jabar. Sebab kemudian, pelakunya terdata bukan hanya berasal dari Kota Bandung, namun dari luar daerah.
"Nanti ini secara lengkap ya kebijakannya seperti apa, karena kita mesti kompak nih. Karena gini, saya yakin bahwa begal itu kan tidak mengenal batas administrasi. Bisa wae pelakuna di kabupaten, nyerangna di Bandung, balikna ka ditu," katanya.
"Maka koordinasi bersama dengan gubernur menjadi sangat penting. Siang ini kita akan rapat dengan gubernur, kita akan umumkan bersama-sama kebijakannya seperti apa," pungkasnya.
