Sebuah truk kosong usai memuat tanah untuk proyek Tol Bocimi dengan nomor polisi F 9099 KMP mengalami kecelakaan dan menabrak sejumlah bangunan serta kendaraan di wilayah Jalan Jalur Lingkar Selatan, Kampung Babakan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa menegangkan ini terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Salah seorang warga setempat, Ahmad Dusep, mengungkapkan bahwa truk tersebut melaju kencang dan diduga mengalami rem blong sebelum akhirnya menghantam sejumlah titik di pinggir jalan.
"Kayak blong. Rem mendadak di situ, lalu dia lagi ke sini sampai ujung. Enggak ada rem lagi, sampai situ cuma sebentar kejadiannya," ujar Ahmad saat memberikan keterangan di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahmad, truk tersebut menghantam beberapa titik bangunan dan kendaraan secara beruntun, mulai dari sepeda motor Honda Tiger dengan nomor polisi D 3509 ZTV, kabel, bangunan bengkel las, mobil Xenia hingga warung. Berdasarkan pengamatannya, pengemudi truk hanya mengalami luka ringan.
Hal senada juga dirasakan oleh Mia Nuryanti (44) yang kendaraannya turut tersambar saat sedang terparkir. Mia mengaku kaget dan syok saat mendengar suara gemuruh keras sesaat sebelum mobilnya tertabrak.
"Dengar suara gemuruh, kedengarannya. Langsung... gitu. Lewat mobil pas di situ. Melihatnya gitu aja," kata Mia.
Mia menjelaskan, truk proyek pengangkut tanah tersebut melaju dari arah Cibolang menuju Gunungguruh dalam kondisi arus lalu lintas yang sedang sepi. Meskipun sempat dikagetkan oleh bunyi hantaman dan kabel terputus, ia menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, kendaraan milik Mia yang mengalami kerusakan di bagian samping serta kendaraan lainnya telah dievakuasi dan diamankan oleh pihak kepolisian. Mia berharap mobil miliknya dapat segera diperbaiki seperti semula.
"Udah, udah diamankan. Dibawa polisi, ibu mah kepengin mobil Ibu bagus lagi seperti semula aja. Itu aja," pungkasnya.
Pantauan hingga pukul 18.05 WIB, pihak kepolisian masih berupaya untuk mengevakuasi kendaraan tersebut.
Pengurus Truk Bantah Rem Blong
Pengurus truk galian tanah proyek Tol Bocimi membantah keras dugaan bahwa kendaraan truk bernomor polisi F 9099 KMP mengalami rem blong.
Bobby, selaku pengurus truk dari galian kuari Gunungguruh menjelaskan, bahwa insiden bermula ketika truk yang berjalan kosong hendak kembali mengambil muatan tanah untuk proyek percepatan pembangunan Tol Bocimi. Di tengah jalan, pengemudi terpaksa membanting setir ke kanan untuk menghindari pengendara motor Honda Tiger berpelat nomor D 3509 ZTV yang menghalangi lajur.
"Posisi lakalantasnya itu dikarenakan ada satu motor yang menghalangi, mau belok, dan dia ragu. Si sopir mengalihkan langsung karena takutnya menghantam posisi motor yang ada di depannya itu. Dan akibatnya sopir hilang kendali, menghantam warung yang ada di sebelah pinggir jalan ini," ujar Bobby kepada detikJabar, Rabu (22/7/2026).
Bobby memastikan kondisi fungsi pengereman truk dalam keadaan aman dan tidak mengalami blong. Langkah banting setir diambil semata-mata untuk menyelamatkan pengendara motor agar tidak tertabrak secara telak.
"Untuk truknya rem blong itu tidak ada. Kita lihat dari CCTV yang ada di sekitar, si mobil itu menghindar atas dasar ada motor yang menghalangi di depannya. Jadi posisi supir menghindar. Kalau tidak menghindar motor yang ada di depan tersebut, kemungkinan besar motor yang di depan tersebut akan terhantam," tegasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah fasilitas di pinggir jalan seperti bangunan bengkel las, warung, serta kendaraan roda dua dan mobil milik warga yang sedang terparkir mengalami kerusakan. Kendati demikian, pihak pengurus memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
"Korban itu ada tiga. Alhamdulillah tidak ada korban sampai meninggal dunia atau luka-luka yang lainnya, cuma hanya ada di warung, motor, dan mobil saja," kata Bobby.
Sementara itu, pengemudi truk saat ini tengah menjalani perawatan medis akibat luka-luka di bagian kepala. Pihak manajemen atau pengurus juga menyatakan akan bertanggung jawab penuh untuk mengganti seluruh kerugian material yang dialami oleh para korban terdampak.
"Alhamdulillah dari pihak kita pengurus, kita akan bertanggung jawab sepenuhnya full untuk menggantikan kerusakan-kerusakan yang telah terjadi lakalantas tersebut ini," pungkasnya.
(yum/yum)
