Cara Cerdas Damkar Sukabumi Apungkan Sapi 500 Kg di Sumur Tua

Cara Cerdas Damkar Sukabumi Apungkan Sapi 500 Kg di Sumur Tua

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 08:43 WIB
Evakuasi sapi yang terperosok ke sumur di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi
Evakuasi sapi yang terperosok ke sumur di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Evakuasi hewan terperosok biasanya identik dengan katrol, derek berat, atau otot belasan warga. Namun, insiden di Kampung Cihaur RT 09/RW 02, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi pada Senin (20/7/2026) sore menghadirkan cerita yang berbeda.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos IX Sagaranten terpaksa memutar otak dan memanfaatkan prinsip fisika dasar demi menyelamatkan seekor sapi pejantan berbobot 500 kilogram yang terjebak di dalam sumur sempit sedalam 6 meter.

Kisah bermula saat sapi milik Gojali tersebut sedang digembalakan tak jauh dari area pemukiman. Tali pengikat yang menambat tubuh sapi tersebut mendadak terlepas. Petugas Damkar Sagaranten, Yusuf, menceritakan bahwa sapi tersebut sebenarnya hendak berjalan pulang secara mandiri menuju kandangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sapi itu kan awalnya ditambat. Kemungkinan talinya lepas (esot) pas lagi diangon. Karena lokasi kandangnya cuma berjarak sekitar 15 meter dari sumur tua itu, sapinya jalan mau balik ke kandang sendiri. Tapi di tengah jalan malah terperosok ke dalam sumur," ungkap Yusuf saat dikonfirmasi detikJabar, Selasa (21/7/2026).

Laporan darurat masuk ke Pos IX Sagaranten pukul 17.00 WIB melalui penerima laporan Ricky Gian Romansyah. Tanpa buang waktu, empat personel damkar yang terdiri dari Supyadin, Randi Koswara, Abdul Fatah, dan Ricky Gian Romansyah langsung meluncur ke lokasi dan tiba hanya dalam kurun waktu 10 menit.

ADVERTISEMENT

Tiba di lokasi, petugas dihadapkan pada situasi pelik. Sapi seberat setengah ton itu berada di dasar sumur tua berdiameter sempit dengan posisi membujur lurus. Ruang gerak yang terbatas membuat evakuasi konvensional dengan cara ditarik paksa dari atas berisiko tinggi mencederai hewan atau bahkan membahayakan petugas.

Satu-satunya alat bantu tarik yang dibawa tim adalah webbing tali lintasan dan alat towing (penderek mobil) yang biasa dipakai jika ada kendaraan terperosok. Namun untuk mengangkat bobot 500 kg di dalam lubang sempit, tenaga tarik biasa tentu tak akan cukup. Di sinilah ide kreatif tim timbul untuk memanfaatkan air.

"Kalau cuma ditarik otot, bobotnya setengah ton, ruangnya juga sempit. Akhirnya kita pakai teknik penggenangan. Kita tahu sifat alami tubuh sapi itu kalau di dalam air bisa mengapung (ngambang)," jelas Yusuf.

Tim evakuasi kemudian mengarahkan selang utama dari armada mobil unit damkar langsung ke mulut sumur. Tak tanggung-tanggung, butuh pasokan air hingga tiga tangki mobil unit untuk membanjiri sumur tua tersebut.

Ketinggian air yang terus meningkat perlahan-lahan mendorong tubuh sang sapi naik ke atas. Prinsip keterapungan ini bekerja efektif membuat sapi yang tadinya terperangkap di dasar 6 meter ikut terangkat mendekati bibir sumur.

"Air dari 3 tangki mobil unit kita semprotkan terus ke dalam sumur sampai penuh. Begitu airnya naik, otomatis tubuh sapinya ikut terangkat mengapung ke atas. Pas posisinya sudah makin dekat ke bibir sumur, baru kita amankan dan tarik pakai tali webbing dan derek," tambah Yusuf menceritakan detik-detik menegangkan tersebut.

Proses evakuasi yang memadukan kecerdikan dan kerja keras di tengah kegelapan malam ini akhirnya membuahkan hasil manis. Pukul 20.12 WIB sekitar tiga jam sejak kedatangan petugas sang sapi berhasil dikeluarkan dari dalam sumur.

Seluruh petugas yang bertugas dipastikan selamat tanpa mengalami cedera sedikit pun. Sang sapi pun berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup.

"Alhamdulillah sapinya selamat dan petugas semua aman. Hanya saja, kemungkinan kaki belakang sapinya patah karena benturan saat pertama kali jatuh terperosok dengan posisi membujur," tutup Yusuf.

(sya/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads