Bandara Kertajati Tak Akan Ditinggalkan Walau Husein Mau Direaktivasi

Bandara Kertajati Tak Akan Ditinggalkan Walau Husein Mau Direaktivasi

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 16:09 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Bandung -

Pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara untuk melayani penerbangan pesawat jet memunculkan kekhawatiran mengenai nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skenario terbaik agar Kertajati tetap memiliki peran strategis.

Dudy mengatakan, pembahasan mengenai masa depan Bandara Kertajati telah dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus mengaktifkan kembali Bandara Husein, tetapi juga memikirkan arah pengembangan Kertajati ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keterkaitan dengan Bandara Kertajati, Pak Gubernur juga sudah mengambil langkah-langkah berbicara dengan Pemerintah Pusat, bagaimana menyikapi Bandara Kertajati berkaitan dengan pembukaan kembali Bandara Husein," ujar Dudy di Bandung, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan, pemerintah pusat tidak akan membiarkan Kertajati kehilangan fungsi setelah Husein kembali melayani penerbangan domestik.

ADVERTISEMENT

"Dan saya yakin Pemerintah Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat akan memikirkan yang terbaik untuk Bandara Kertajati dan juga untuk Pemerintah Daerah Jawa Barat," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan arah baru bagi Kertajati. Menurutnya, bandara yang berada di Kabupaten Majalengka itu diproyeksikan menjadi pusat industri pertahanan nasional.

"Untuk Kertajati, kita memang sudah terus melakukan pembicaraan termasuk dengan Pak Presiden waktu di Karawang, bahwa kita berharap Bandara Kertajati itu menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Jadi digunakan untuk pesawat-pesawat militer," ujar Dedi.

Ia mengatakan, pengembangan tersebut nantinya akan melibatkan industri strategis nasional, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Pindad.

"Dan kemudian kita berharap juga seluruh industri pertahanan dalam negeri, termasuk di PTDI, Pindad, gitu kan. Nah sekarang itu PTDI, nanti semuanya berpusat di Kertajati. Dan nanti Husein fokus menjadi bandara komersial," katanya.

Meski akan diarahkan menjadi kawasan industri pertahanan, Dedi memastikan Bandara Kertajati tetap menjalankan fungsi sebagai bandara sipil untuk penerbangan haji dan umrah seperti yang saat ini sedang difokuskan pemerintah daerah.

"Informasi ya, nanti biar tidak menjadi salah persepsi. Untuk kegiatan haji dan umrah tetap menggunakan Kertajati," tegasnya.

(bba/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads