Begal Kian Meresahkan, Wagub Jabar Minta Warga Kurangi Keluar Malam

Begal Kian Meresahkan, Wagub Jabar Minta Warga Kurangi Keluar Malam

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 17:03 WIB
Wagub Jabar Erwan Setiawan
Wagub Jabar Erwan Setiawan (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Maraknya aksi begal di wilayah Bandung Raya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengaku prihatin karena kondisi keamanan yang menurutnya dulu sangat kondusif kini berubah dan membuat masyarakat dihantui rasa takut saat beraktivitas pada malam hari.

Erwan mengatakan, sebagai warga yang lahir dan besar di Bandung, ia merasakan langsung perubahan situasi tersebut. Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi sebebas dulu untuk keluar rumah pada malam hari tanpa rasa khawatir.

"Ya saya sangat prihatin dengan beberapa kejadian begal di Jawa Barat khususnya di sekitaran Bandung Raya ini karena saya lahir besar juga di sini. Dulu kita begitu aman, kalau sore-sore, malam-malam kita lapar pengen cari makanan, angin segar pakai motor malam-malam itu bebaslah tanpa ada rasa was-was atau takut," kata Erwan saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang semua warga di Bandung Raya ini merasa tidak nyaman," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Melihat kondisi tersebut, Erwan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus menghidupkan kembali budaya menjaga keamanan lingkungan melalui ronda malam dan patroli di tingkat desa maupun kelurahan.

"Saya berharap kewaspadaan kita betul-betul ditingkatkan, ya kewilayahan, siskamling seperti zaman dulu ya, ada ronda bergiliran di lingkungan maupun patroli di tingkat desa, kelurahan, terus tingkat kecamatan harus betul-betul lebih ditingkatkan lagi."

Ia juga mengimbau masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di malam hari apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak hingga situasi keamanan kembali terkendali.

"Dan saya menghimbau kepada warga masyarakat yang saat ini sering keluar malam kalau tidak ada keperluan mendesak untuk hindari dulu sampai betul-betul wilayah kita ini dirasa sangat aman seperti dulu. Kita benahi sehingga tidak lagi ada pembegalan-pembegalan di Jawa Barat umumnya dan di Kota Bandung Raya khususnya," tegasnya.

Erwan memastikan Pemprov Jabar siap berkolaborasi dengan kepolisian dalam upaya memberantas aksi kriminal tersebut.

"Saya juga berharap kepada aparat hukum ya khususnya dari pihak kepolisian untuk menindak setiap kejadian ini dengan betul-betul secara cepat ya insyaallah kami dari pemerintah provinsi akan berkolaborasi, akan mendukung sepenuhnya apa yang bisa kami bantu," ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Polda Jawa Barat yang memperbolehkan warga melawan pelaku begal untuk membela diri, Erwan menilai tindakan itu dapat memberikan efek jera. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak berlebihan hingga berhadapan dengan persoalan hukum.

"Ya memang kita harus memberikan efek jera asal jangan kebablasan memang, jangan sampai kita warga yang balik dituntut, jangan sampai seperti itu. Kita beri efek jera kepada para begal ini sehingga tidak ada lagi para begal baru ya istilahnya mereka berpikir ulang lah baturannya waktu dia kena dihajar sampai habis ya dia juga akan berpikir kalau saya nanti yang kena gimana? Nah harus berpikir seperti itu dia," tuturnya.

CCTV Akan Ditambah di Titik Rawan

Selain penguatan patroli, Pemprov Jabar juga menyiapkan langkah pencegahan melalui penambahan kamera pengawas di sejumlah titik yang dinilai rawan kejahatan. Erwan mengatakan anggaran penerangan jalan umum (PJU) telah ditingkatkan secara signifikan.

"Pak Gubernur sudah menambah anggaran cukup besar ya yang dulunya cuma hanya sekitar Rp30 miliar, Rp40 miliar tahun kemarin, itu sampai Rp1 triliun untuk PJU (Penerangan Jalan Umum) di Jawa Barat ini sudah ditambah terus dan tiap tahun ditambah terus. Dan sekarang justru semakin lebih terang dibanding sebelum-sebelumnya," katanya.

Namun menurutnya, keberadaan lampu jalan saja belum cukup menghentikan aksi kriminal karena pelaku memiliki berbagai cara untuk menjalankan aksinya.

"Ya kenapa ketika sudah ditambah PJU penerangan-penerangan ini kok begal malah masih marak juga? Jadi sebenarnya permasalahan ini bukan masalah itu saja, masalah dari ya niat pembegalnya itu sendiri. Ya mungkin saja lampu yang sudah ada juga mereka matikan atau seperti apa ya mereka kan para penjahat ini dengan berbagai macam cara akan mereka lakukan matikan dulu lampu terus mereka melaksanakan pembegalan atau apa," jelas Erwan.

Karena itu, selain meminta warga ikut menerangi lingkungan sekitar rumah, Pemprov Jabar juga berencana memperluas jaringan CCTV yang terhubung dengan pusat pemantauan dan kepolisian.

"Ya mungkin kita akan tambah CCTV yang sudah ada dan bisa terkoneksi nanti dengan selain Command Center juga kepolisian sudah pasti ya dan ya aparat-aparat yang terkait bisa langsung terus memonitor CCTV-CCTV yang sudah ada. Sekarang sebenarnya sudah banyak ya di jalur-jalur utama," ucapnya.

"Nah sekarang kita akan tambah mungkin di jalur-jalur yang memang rawan sekali begal ini seperti yang tadi daerah Kiaracondong, Buahbatu, daerah-daerah sepi lainnya lah ya daerah Kopo itu akan kita tambah," pungkasnya.



(bba/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads