Teknik Tak Biasa demi Selamatkan Sapi 500 Kilogram Terjebak di Sumur

Round-up

Teknik Tak Biasa demi Selamatkan Sapi 500 Kilogram Terjebak di Sumur

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 09:00 WIB
Evakuasi sapi yang terperosok ke sumur di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi
Evakuasi sapi yang terperosok ke sumur di Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos IX Sagaranten menggunakan cara tak biasa untuk menyelamatkan seekor sapi pejantan berbobot sekitar 500 kilogram yang terperosok ke dalam sumur sedalam enam meter di Kampung Cihaur RT 09/RW 02, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/7/2026).

Alih-alih mengandalkan alat berat atau menarik paksa hewan tersebut, petugas justru membanjiri sumur dengan ribuan liter air agar tubuh sapi terangkat ke permukaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Damkar Sagaranten Yusuf mengatakan sapi milik Gojali itu awalnya sedang digembalakan. Tali yang mengikat sapi diduga terlepas sehingga hewan tersebut berjalan sendiri menuju kandangnya yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari lokasi sumur tua.

"Sapi itu kan awalnya ditambat. Kemungkinan talinya lepas (esot) pas lagi diangon. Karena lokasi kandangnya cuma berjarak sekitar 15 meter dari sumur tua itu, sapinya jalan mau balik ke kandang sendiri. Tapi di tengah jalan malah terperosok ke dalam sumur," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

Laporan diterima Pos IX Sagaranten sekitar pukul 17.00 WIB. Empat personel damkar, yakni Supyadin, Randi Koswara, Abdul Fatah, dan Ricky Gian Romansyah, langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar 10 menit kemudian.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati sapi berada di dasar sumur tua berdiameter sempit dengan posisi membujur. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi sulit karena menarik sapi secara langsung berisiko melukai hewan maupun membahayakan petugas.

Tim hanya membawa webbing dan alat towing yang biasa digunakan untuk mengevakuasi kendaraan. Menyadari cara itu tidak cukup untuk mengangkat sapi seberat setengah ton dari dalam sumur, petugas kemudian menerapkan teknik penggenangan.

"Kalau cuma ditarik otot, bobotnya setengah ton, ruangnya juga sempit. Akhirnya kita pakai teknik penggenangan. Kita tahu sifat alami tubuh sapi itu kalau di dalam air bisa mengapung (ngambang)," jelas Yusuf.

Petugas kemudian mengalirkan air dari armada pemadam ke dalam sumur. Sebanyak tiga tangki air dihabiskan untuk memenuhi sumur hingga permukaannya naik.

Strategi itu berhasil. Seiring naiknya permukaan air, tubuh sapi perlahan ikut terangkat mendekati bibir sumur sehingga lebih mudah diamankan menggunakan tali webbing dan alat derek.

"Air dari 3 tangki mobil unit kita semprotkan terus ke dalam sumur sampai penuh. Begitu airnya naik, otomatis tubuh sapinya ikut terangkat mengapung ke atas. Pas posisinya sudah makin dekat ke bibir sumur, baru kita amankan dan tarik pakai tali webbing dan derek," ujarnya.

Setelah sekitar tiga jam proses penyelamatan, sapi akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 20.12 WIB dalam keadaan hidup.

Yusuf memastikan seluruh personel damkar selamat tanpa mengalami cedera. Namun, sapi diduga mengalami patah pada kaki belakang akibat benturan saat pertama kali jatuh ke dalam sumur.

"Alhamdulillah sapinya selamat dan petugas semua aman. Hanya saja, kemungkinan kaki belakang sapinya patah karena benturan saat pertama kali jatuh terperosok dengan posisi membujur," pungkas Yusuf.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads