Kopi Java Halu Tembus Vietnam, Diekspor 20,4 Ton ke 4 Negara

Kabupaten Bandung Barat

Kopi Java Halu Tembus Vietnam, Diekspor 20,4 Ton ke 4 Negara

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 00:05 WIB
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail melepas ekspor kopi khas Gununghalu.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail melepas ekspor kopi khas Gununghalu. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya menancapkan bendera sebagai daerah di Jawa Barat yang memiliki produksi kopi berkualitas prima untuk memenuhi pasar ekspor. Salah satunya melalui Kopi Arabika Java Halu asal Kecamatan Gununghalu.

Kopi yang tumbuh di kawasan perbukitan pelosok Bandung Barat itu kini mampu menembus ke pasar Vietnam, setelah sebelumnya diterima dengan baik oleh pasar Jepang. Sebanyak 20,4 ton kopi varietas unggulan ini resmi diekspor ke empat negara tujuan. Selain Vietnam dan Jepang, terdapat pula Australia serta Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, melepas secara langsung ekspor kopi tersebut dari Kantor Pemerintahan Daerah Bandung Barat, Senin (20/7/2026). Ada dua truk yang mengangkut produksi Kopi Arabika Java Halu menuju negara tujuan ekspor.

"Hari ini kita melepas ekspor kopi Java Halu ke empat negara. Tentunya ini jadi kebanggaan dan kebahagiaan besar bagi Kabupaten Bandung Barat. Kopi hasil keringat petani kita semakin diakui dan diminati di pasar internasional," ujar Jeje saat ditemui, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

Kopi yang diekspor terdiri dari empat proses pengolahan, yaitu natural, double wash, black honey, dan luwak enzimatik. Ragam metode ini ditujukan untuk memenuhi karakteristik dan cita rasa unik yang bakal memanjakan lidah konsumen di tiap negara.

"Langkah produsen kopi Java Halu ini harus menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lain di Bandung Barat supaya terus meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di pasar global," ujar Jeje.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail melepas ekspor kopi khas Gununghalu.Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail melepas ekspor kopi khas Gununghalu. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)

Sementara itu, pemilik produksi Kopi Java Halu, Rani Mayasari, menyebutkan bahwa keberhasilan menembus pasar Vietnam merupakan pencapaian terbesar sepanjang hampir tujuh tahun ia mengembangkan bisnis kopi. Pasalnya, regulasi ekspor ke Vietnam jauh lebih ketat ketimbang ke negara maju seperti Jepang.

"Kalau ke Jepang itu mewajibkan produk kita lolos 6 jenis residu kimia, nah kalau vietnam itu kita harus lolos 46 parameter residu kimia. Cuma alhamdulillah, kita ada pendampingan dari perguruan tinggi, dinas, kita berhasil menyusun mitigasi risiko sehingga dinyatakan lolos Certificate of Analysis (COA)," kata Rani.

Saat ini, permintaan terbesar justru datang dari Vietnam dengan volume mencapai lebih dari 10 ton. Tak hanya biji kopi, Java Halu juga jeli memanfaatkan peluang dengan mengekspor kulit kopi ke Jepang untuk diolah menjadi teh dan minuman kesehatan.

"Jadi ke Jepang itu kita mengekspor juga olahan kulit kopi yakni kombucha, itu minuman olahan yang bermanfaat buat kesehatan," kata Rani.

Rani berkomitmen untuk terus memberdayakan petani lokal, termasuk petani perempuan. Terdapat 160 petani yang 80 persen di antaranya merupakan kaum hawa, mengelola sekitar 60 hektare lahan kebun kopi. Dari luasan tersebut, mereka mampu menghasilkan sekitar 300 ton buah kopi (cherry) setiap musim panen.

Fokus pada kualitas premium alih-alih sekadar kuantitas rupanya membawa dampak masif pada kesejahteraan petani. Harga beli buah kopi di tingkat petani melonjak menjadi Rp20.000 hingga Rp26.000 per kilogram, naik signifikan dibanding tahun lalu yang berada di angka Rp18.000 per kilogram.

"Dalam satu musim panen, kami mampu menyerap hasil panen petani hingga senilai Rp3,25 miliar. Strategi kami adalah mengunci pasar terlebih dahulu sebelum berproduksi. Jadi saat panen selesai, seluruh hasil tani sudah dipastikan ada pembelinya," ucap Rani.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads