Pemain Judol di Bojongloa Kaler Mayoritas Masyarakat Menengah ke Bawah

Pemain Judol di Bojongloa Kaler Mayoritas Masyarakat Menengah ke Bawah

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 16:00 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons kondisi Kecamatan Bojongloa Kaler setelah menyumbang jumlah pemain tertinggi untuk kasus judi online di Indonesia. Berdasarkan informasi yang ia terima, kondisi didominasi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagaimana data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bojongloa Kaler berada di urutan ke-10 dengan 5.090 pemain judi online dan jumlah transaksi deposit mencapai Rp 22,3 miliar. Di atasnya ada Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dengan 5.910 pemain dan nilai transaksi Rp 21,2 miliar, sedangkan di urutan pertama ada Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan 21.497 pemain dan nilai transaksi Rp 137,8 miliar.

"Jadi memang kita sekarang sedang melakukan edukasi yang tidak mudah sama sekali. Saya lagi berusaha mendalami, tapi dari, profiling yang saya terima tentang mereka yang menjadi korban judol dan pinjol itu rata-rata memang masyarakat dari kalangan menengah ke bawah," kata Farhan, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Farhan, judol bisa membuat orang kecanduan, terutama untuk pemain yang sudah terjebak dalam sistemmya. Mereka tak jarang nekat mengajukan pinjaman online (pinjol) demi bisa bermain kembali.

ADVERTISEMENT

"Kalau judol mah mempengaruhi psikologis, karena ada ketagihan. Orang ikut sekali, ikut dua kali m, menang. Pengen ikut lagi dong. Tapi makin lama makin jarang menangnya, tapi makin besar taruhan," ungkapnya.

"Nah, itu yang disebut sebagai kecanduan. Ini yang mesti kita tangani juga bersama-sama. Untuk itu saya sedang berusaha diskusi dengan terutama teman-teman dari Kementerian Komdigi untuk pengendaliannya. Mudah-mudahan lah kita bisa ketemu jalannya," tegasnya.

Farhan mengaku sudah mendapatkan data nama para pemain judol di Bojongloa Kaler. Namun menurutnya, pembinaan tidak bisa dilakukan langsung ke orangnya, namun harus melalui penguatan keluarga.

"Nggak bisa person to person, kita pendekatan lewat keluarga. Karena tekanannya harus lewat keluarga. Kan kecanduan ini mah, sama dengan kita menangani kecanduan narkoba," ucapnya.

"(Data pemain judol) Banyak, ya. Saya nggak bisa mengungkapkan lah. Hitungannya gini, sama seperti pecandu narkoba, pecandu judi dihitungnya sebagai korban. Nah, Bojongloa Kaler teh kan sekarang emang lagi disorot, terutama juga pernah diserbu lah kemarin malam Minggu ku geng motor," tuturnya.

Farhan pun ikut prihatin dengan data pemain judol di Kecamatan Bojongloa Kaler. Ia memastikan akan meminta keterangan dari camat di wilayah tersebut untuk penguatan upaya penanganannya secara optimal.

"Makanya saya akan kasih perhatian khusus, seminggu ini pokoknya mah Bojongloa Kaler sedang menjadi perhatian. Yang namanya camat sama lurah mah sama dengan wali kota," pungkasnya.



(ral/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads