Wakil Wali Kota Bandung Erwin turut merespons kondisi Kecamatan Bojongloa Kaler usai tercatat menyumbang jumlah pemain tertinggi untuk kasus judi online di Indonesia. Menurutnya, fenomena ini harus mendapat penanganan serius agar bisa ditekan di kewilayahan.
Sebagaimana diketahui, untuk sebaran kecamatan di Indoensia, Bojongloa Kaler berada di urutan ke-10 dengan 5.090 pemain judi online dan jumlah transaksi deposit mencapai Rp 22,3 miliar. Di atasnya ada Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dengan 5.910 pemain dan nilai transaksi Rp 21,2 miliar, sedangkan di urutan pertama ada Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat dengan 21.497 pemain dan nilai transaksi Rp 137,8 miliar.
"Kalau bicara judol, itu bicaranya akhlak. Tentunya bagaimana akhlak ini bisa diubah, saya berharap bahwa pendidikan agama ini harus tambah diperkuat. Bahwa efek dari judi ini, kalau orang sudah kena judi, itu bisa habis semuanya. Apa pun bisa dia jual," katanya di Balai Kota Bandung, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwin pun menyarankan orang yang sudah kecanduan judol agar ditangani psikiater. Sebab menurutnya, mereka jika sudah kecanduan, akan sulit ditangani secara mandiri.
"Kalau perlu sih orang yang kena judi ini ditangani psikiater. Karena mereka sudah menjadi kecanduan, sudah agak sulit. Sama dengan kena narkoba, orang kena judi itu perlu direhab, kalau perlu. Yang sudah kena judi harus direhab, kalau menurut saya," ucapnya.
"Tapi tetap intinya, pondasinya adalah agama. Makanya perlu program-program kita ini ditekankan kembali. Bagaimana efek dari judi ini. Selain juga haram uangnya, tidak ada manfaatnya, juga efeknya rumah tangga bisa bubar, keluarga bisa hancur dengan judi ini," tuturnya menambahkan.
Bahkan, Erwin mengusulkan, jika mereka yang kecanduan judol untuk diberi penanganan secara khusus. Pemkot Bandung menurutnya bisa memperkuat kembali pondasi agama supaya mereka bisa terlepas dari fenomena menyesatkan tersebut.
"Kalau bisa, kalau memang datanya ada, yang judi itu kita undang semua. Bagaimana sih efek sebenarnya judi ini. Lebih dahsyat daripada narkoba menurut saya. Karena sudah judi ini, apa pun dia bisa halalkan. Bisa jahat juga ujungnya nanti. Kan ada juga kejadian orang judi menjual istrinya. Ya itu kan efeknya besar," pungkasnya.
Simak Video "Video: Aktivis di Mamuju Tipu Tersangka Tambang Ilegal Rp 35 Juta untuk Judol"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
