Penjelasan BMKG soal Gempa Guncang Sukabumi

Penjelasan BMKG soal Gempa Guncang Sukabumi

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 16:25 WIB
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi Gempa (Foto: Getty Images/iStockphoto/SteveCollender)
Sukabumi -

Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB. Hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M4,8.

Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 7,74Β° LS dan 106,44Β° BT. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 79 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 52 kilometer.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wijayanto menjelaskan, jika menilik lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Pemicunya adalah aktivitas deformasi batuan di dasar laut.

ADVERTISEMENT

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik," ujarnya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, dampak gempa dirasakan di banyak wilayah dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, hingga menyebabkan benda pecah belah pecah dan dinding berbunyi. Wilayah yang merasakan intensitas ini meliputi Cikotok, Kalapanunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, Nagrak, Panggarangan, Cimahi, Banjaran, Lembang, Parompong, Cililin, Sariwangi, Katapang, Bandung, Cianjur, Ciwidey, Ciawi, Cikole, dan Pelabuhan Ratu.

Sementara itu, di wilayah Soreang, Ciracap, dan Bogor, getaran dirasakan pada skala II MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk yang melintas.

Hingga sore hari, BMKG mencatat situasi di lokasi masih cenderung stabil tanpa adanya guncangan lanjutan.

"Hingga pukul 15:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan," ungkapnya.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga juga diminta waspada dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat getaran tersebut.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.



(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads