Mengintip Kondisi TPS Cidahon Lokasi Pikap Viral Buang Sampah Semobil

Mengintip Kondisi TPS Cidahon Lokasi Pikap Viral Buang Sampah Semobil

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 17:00 WIB
TPS Cidahon Sukabumi
TPS Cidahon Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Jika pada malam hari kawasan jembatan Cidahon menjadi saksi bisu aksi nekat pikap pembuang sampah ilegal semobil penuh, penampakan di siang hari justru menyajikan pemandangan yang tak kalah miris.

Gunungan sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk tinggi hingga meluber ke bahu jalan raya kawasan Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikJabar di lokasi menunjukkan tumpukan sampah yang memanjang itu berada tepat di samping sebuah bangunan kecil bercat hijau-kuning. Posisinya yang sangat dekat dengan area jembatan Cidahon dan memakan sebagian ruang di tepi jalan membuat jalur wisata utama menuju Pantai Citepus ini menjadi kumuh.

Meski kendaraan roda dua maupun roda empat melintas padat di lajur dua arah tersebut, keberadaan sampah yang berserakan di tanah terbuka di luar bak penampungan resmi ini sangat kontras dengan kawasan sekitar.

ADVERTISEMENT

Kondisi carut-marut di lokasi ini rupanya bukan hal baru bagi masyarakat. Pihak pengelola media sosial My Palabuhanratu, Nurlela, membeberkan bahwa dirinya memang terus-menerus dibanjiri keluhan oleh warga terkait kondisi penumpukan sampah di tempat tersebut yang seolah tidak pernah selesai.

"Sering terima laporan dari masyarakat, sampah di TPS Cidahon Citepus selalu numpuk, panjang sampai ke jembatan, seolah gak pernah diangkut," kata Nurlela saat dihubungi detikJabar, Minggu (19/7/2026).

Sampah sengaja dibuang di pinggir jalan oleh oknum wargaSampah sengaja dibuang di pinggir jalan oleh oknum warga Foto: Istimewa

Melihat fakta di lapangan, ternyata ada alasan tersendiri mengapa volume sampah di tepi jalan tersebut bisa meluber sedemikian rupa dan terkesan diabaikan. Kepala Desa Citepus, Koswara, menjelaskan latar belakang sejarah pemindahan tempat pembuangan tersebut.

"Sebenarnya itu tuh ceritanya gini, awalnya tuh kan ada TPS yang di dekat waterpark awalnya itu juga ya. Ya karena permintaan dari warga masyarakat, karena sampahnya berserakan ke jalan sampai nutupin gang waktu itu, sehingga permohonan masyarakat untuk dihilangkan di tempat itu karena itu vital di tempat pariwisata," jelas Koswara.

Akibat adanya keluhan warga di area wisata vital tersebut, pihak desa kemudian berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memindahkan titik pembuangan ke area Cidahon dengan fasilitas yang lebih memadai.

"Nah, sehingga waktu itu kami dengan Dinas Pariwisata memindahkan, kan dulu itu emang sudah ada di Cidahon itu. Nah, dipindahkanlah jadi ditambahkan baknya, baknya itu," lanjutnya.

Namun, Koswara sangat menyayangkan sikap sebagian oknum warga dan pengendara yang abai terhadap fasilitas penampungan yang sudah disediakan, sehingga sampah tetap berserakan di tanah terbuka.

"Sebenarnya itu Pak, ada baknya Pak, cuman karena warga masyarakat apa ya, tidak mengindahkan, jadi membuangnya itu sambil jalan di motor, lu buang gitu. Jadi tidak masuk ke dalam baknya itu, padahal baknya itu ada," pungkas Koswara menjabarkan dilema tata kelola di lokasi tersebut.



(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads