Cinta Berujung Petaka, Rp 34,5 Miliar Habis Demi Keadilan

Kabar Internasional

Cinta Berujung Petaka, Rp 34,5 Miliar Habis Demi Keadilan

Vina Oktiani - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 22:30 WIB
Zhang Shudan dan Li Ping
Zhang Shudan dan Li Ping (Foto: via SCMP)
Jakarta -

Kepercayaan kepada seseorang terkadang mampu mengubah jalan hidup dalam sekejap. Bagi seorang investor asal Shenzhen, China, kepercayaan itu justru membawanya ke dalam kisah penipuan, dugaan percobaan pembunuhan, hingga perburuan lintas negara yang berlangsung hampir satu dekade.

Melansir Wolipop, pria bernama Li Ping (52) mengaku menghabiskan sekitar 13 juta yuan atau setara Rp34,5 miliar selama sembilan tahun untuk mencari mantan istrinya, Zhang Shudan. Perempuan itu diduga menipu dirinya sebelum melarikan diri ke Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal dari Rasa Simpati

Kisah itu bermula pada 2014 ketika Li menghadiri sebuah forum. Di sana ia berkenalan dengan Zhang, seorang manajer rekening di sebuah bank.

Dalam pertemuan tersebut, Zhang menceritakan berbagai kesulitan hidup yang dialaminya. Kisah itu membuat Li bersimpati. Hubungan keduanya pun semakin dekat hingga Zhang beberapa kali meminjam uang kepada Li. Tak lama kemudian, keduanya menjalin hubungan asmara.

ADVERTISEMENT

Pada 2015, Zhang mengaku sedang mengandung anak Li. Tak lama setelah kabar itu, Li membeli sebuah apartemen senilai 7,5 juta yuan atau sekitar Rp19,9 miliar atas nama Zhang sebelum mereka resmi menikah.

Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung singkat. Sehari setelah pernikahan, Li mengalami kecelakaan lalu lintas akibat rem mobil yang diduga telah dirusak.

Uang Raib, Istri Menghilang

Beberapa hari setelah insiden tersebut, Zhang kembali meminta bantuan dana. Kali ini ia mengaku membutuhkan uang untuk memenuhi target penilaian kinerja di bank tempatnya bekerja.

Li kemudian mentransfer dana sebesar 2,74 juta yuan atau sekitar Rp7,2 miliar. Setelah uang diterima, Zhang tiba-tiba menghilang.

Belakangan diketahui ia telah melarikan diri ke Los Angeles, Amerika Serikat, sambil membawa uang, sertifikat empat apartemen, serta berbagai dokumen penting milik Li.

Penyelidikan kepolisian kemudian mengungkap dugaan yang lebih mengejutkan. Zhang bersama seorang rekannya diduga sengaja merusak rem mobil Li dengan tujuan menghilangkan nyawanya agar dapat menguasai seluruh harta korban sebagai istri sah.

Menghabiskan Rp34,5 Miliar demi Mencari Keadilan

Tak menyerah begitu saja, Li berusaha melacak keberadaan mantan istrinya dengan berbagai cara.

Ia memasang sayembara berhadiah bagi siapa pun yang memiliki informasi tentang Zhang, menyewa pengacara dan detektif swasta di China maupun Amerika Serikat, hingga menghabiskan total sekitar 13 juta yuan atau Rp34,5 miliar selama sembilan tahun.

Di tengah proses tersebut, hasil tes DNA mengungkap fakta lain. Bayi yang dibawa Zhang ternyata bukan anak kandung Li.

Pada 2020, pengadilan di Shenzhen memutuskan membatalkan pernikahan mereka sekaligus mengembalikan kepemilikan empat apartemen kepada Li.

Empat tahun kemudian, pengadilan di California menjatuhkan hukuman 65 tahun penjara kepada Zhang atas 23 tindak pidana, termasuk penipuan, pelanggaran imigrasi, penculikan anak, dan perdagangan manusia.

Setelah melalui perjuangan panjang, Li mengaku hidupnya kini memiliki tujuan yang berbeda.

Jika sebelumnya ia bermimpi membangun keluarga dan mewariskan pengetahuan investasinya kepada anak-anaknya, kini ia memilih membagikan ilmu tersebut kepada masyarakat sebagai bentuk rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu dirinya selama menghadapi kasus tersebut.


Artikel ini sudah tayang di Wolipop, selengkapnya di sini



(vio/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads