Perbaikan Tebing Picu Kepadatan Lalin di Dago Atas

Perbaikan Tebing Picu Kepadatan Lalin di Dago Atas

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 11:16 WIB
Pantauan arus lalu lintas di perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
Pantauan arus lalu lintas di perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Proses perbaikan tebing ambles di perbatasan Kota dan Kabupaten Bandung, tepatnya di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago Atas) menuju kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), terus dikebut. Hingga Minggu (19/7/2026) pagi, sejumlah petugas masih terlihat sibuk melakukan pengerjaan di lokasi.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 10.00 WIB menunjukkan aktivitas bongkar muat material bangunan dari truk di area proyek. Akibat pengerjaan ini, akses jalan yang semula terdiri dari dua lajur kini hanya bisa digunakan satu lajur secara bergantian. Sistem buka-tutup jalan diterapkan untuk meminimalkan kepadatan kendaraan.

Arus lalu lintas dari arah pusat kota menuju wilayah kabupaten terpantau lebih dominan dibandingkan arah sebaliknya. Hal ini dipicu oleh tingginya volume wisatawan yang hendak menghabiskan akhir pekan di kawasan Tahura dan sekitarnya. Sejumlah warga setempat turut membantu mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak mengular terlalu panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang pengendara asal Purwakarta, Solihin (36), mengaku merasakan dampak kepadatan ini sejak memasuki pusat kota Bandung.

ADVERTISEMENT

"Banyak hambatan lalu lintasnya, dari mulai Exit Pasteur, terus Simpang Dago sampai sini, karena ada perbaikan jalan," ujarnya.

Solihin bersama keluarganya berencana mengunjungi Tahura untuk menikmati suasana alam Bandung yang cerah.

"Mau ke taman hutan raya, terus ngopi di atas, suasananya enak, apalagi ini enggak hujan," tambahnya.

Opsi Pembatasan Kendaraan Berat

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah mengusulkan opsi pembatasan kendaraan berat yang melintasi jalur Dago Atas. Langkah ini diambil karena beban kendaraan berat ditengarai menjadi salah satu pemicu amblesnya tebing di titik tersebut.

"Kami sedang kaji bersama Dishub, Polda, dan Polres apakah perlu ada pembatasan kendaraan berat, karena ini titik transisi antara kabupaten dan kota," katanya, Selasa (14/7) lalu.

Farhan menjelaskan bahwa berdasarkan audit terakhir, konstruksi bangunan di sekitar lokasi, termasuk area The MAJ Dago, dinyatakan masih sangat kokoh. Fokus perbaikan kini diarahkan pada penguatan bagian bawah tebing yang mengarah ke jalur Dago Giri.

"Konstruksi di seberangnya (The MAJ) sudah diaudit dan sangat kuat. Yang akan diperkuat adalah yang di bawahnya ke arah Dago Bengkok," ungkapnya.

Pemerintah Kota Bandung meminta masyarakat bersabar karena perbaikan permanen ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar demi menjamin keamanan jangka panjang dan mencegah longsor susulan.

"Saya mohon maaf agak lama, penguatannya dilakukan dengan menyuntikkan beberapa kolom ke dalam lokasi longsoran. Sedang dikaji terus efektivitasnya," pungkasnya.



(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads