Misteri Laut Bercahaya yang Bikin Ilmuan Bingung

Kabar Internasional

Misteri Laut Bercahaya yang Bikin Ilmuan Bingung

Rachmatunisa - detikJabar
Jumat, 17 Jul 2026 13:01 WIB
Ilustrasi laut bercahaya
Ilustrasi laut bercahaya (Foto: The Daily Galaxy).
Bandung -

Selama lebih dari 400 tahun, para pelaut dunia kerap melaporkan fenomena ganjil berupa hamparan laut yang bercahaya terang benderang di tengah kegelapan malam. Kini, misteri legendaris yang dikenal sebagai milky seas atau 'laut susu' tersebut akhirnya berhasil tertangkap kamera satelit NASA dari luar angkasa. Meski begitu, penyebab pasti kemunculannya masih menyisakan teka-teki besar bagi para ilmuwan.

Fenomena ini jelas berbeda dengan bioluminesensi biasa yang sering kita lihat saat ombak pecah di bibir pantai. Pada milky seas, cahaya muncul secara merata di permukaan laut lepas dan mampu membentang hingga puluhan ribu kilometer persegi. Saking terangnya, pendaran cahaya ini bisa terlihat jelas oleh satelit yang sedang mengorbit Bumi.

Sejauh ini, para peneliti telah mengumpulkan sekitar 400 laporan mengenai fenomena tersebut dalam kurun empat abad terakhir. Salah satu catatan paling ikonik berasal dari kapten kapal Moozuffer yang melintasi Laut Arab pada tahun 1849 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemandangannya seperti hamparan salju tanpa batas atau lautan air raksa," tulis sang kapten dalam catatan pelayarannya, dikutip dari Popular Mechanics.

Beruntung, kemajuan teknologi kini memungkinkan para ilmuwan memantau fenomena langka ini dari orbit menggunakan sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) yang tersemat pada satelit NOAA dan NASA.

Dalam penelitian yang dirilis pada 2021, tim yang dipimpin Steven Miller, profesor atmosfer di Colorado State University, sukses mengidentifikasi 12 kejadian milky seas dari data satelit periode 2012 hingga 2021. Salah satu kejadian luar biasa terjadi pada 2019, di mana luas hamparan cahayanya hampir menyamai ukuran negara Islandia dan bertahan selama lebih dari 40 malam berturut-turut.

Ilmuwan sebenarnya sudah mengantongi identitas organisme di balik cahaya misterius tersebut. Saat kapal riset menerjang kawasan milky seas* di Laut Arab pada 1985, peneliti menemukan populasi masif bakteri bercahaya bernama *Vibrio harveyi di dalam air.

Namun, yang masih mengganjal di benak para ahli adalah alasan mengapa bakteri-bakteri tersebut bisa berkumpul dalam jumlah yang sangat fantastis hingga membuat samudra tampak menyala dari luar angkasa. Menurut Justin Hudson, mahasiswa doktoral di Colorado State University sekaligus salah satu penulis studi terbaru, memecahkan misteri ini bisa membuka cakrawala baru tentang rahasia lautan.

"Milky seas bisa menjadi tanda ekosistem yang sangat sehat. Bisa juga justru menunjukkan ekosistem yang tidak sehat. Sampai sekarang kami belum mengetahuinya," ujar Hudson.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Bikin Bangga! Siswa SMA di Pinrang Dapat Penghargaan dari NASA"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads