Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri membeberkan hasil pemeriksaan mendalam terhadap kerangka manusia yang ditemukan di area perkebunan jati PT IBP, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Langkah ini ditempuh guna memastikan identitas jenazah yang ditemukan dalam kondisi membusuk tersebut.
Pamin Yan Dokpol RS Bhayangkara, Ipda drg. Yurinda Regita, mengungkapkan pihaknya menerima jenazah tanpa identitas tersebut pada Senin (13/7) malam, sekitar pukul 20.50 WIB. Pemeriksaan visum luar dan dalam kemudian digeber pada Rabu (15/7) mulai pukul 11.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah selesai kami lakukan visum, berjalan lancar. Kami juga sudah melaksanakan pemulasaran dan menyerahkan jenazah kepada penyidik," ujar drg. Yurinda kepada detikJabar di lokasi, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, tim ahli berhasil mengidentifikasi jenis kelamin serta perkiraan usia jenazah. Meski kondisi jenazah sudah dalam proses pembusukan di seluruh tubuh, tim medis berhasil mengantongi petunjuk krusial.
"Dari hasil pemeriksaan, dokter forensik melalui analisis tulang-tulang jenazah memastikan berjenis kelamin perempuan. Hal ini juga diperkuat oleh pemeriksaan dokter gigi forensik, di mana jenazah dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia dewasa," jelasnya.
Namun, Yurinda mengakui adanya kendala dalam proses identifikasi fisik secara langsung, terutama pada bagian sidik jari. "Sidik jari sudah tidak dapat kami temukan," tambahnya.
Sampel Tulang Diambil untuk Tes DNA
Guna mendapatkan kepastian identitas yang akurat, tim forensik telah mengambil sampel biologis dari jenazah tersebut. Sampel tersebut bakal dicocokkan dengan data pendukung atau keluarga yang mungkin merasa kehilangan anggota keluarganya.
"Karena jenazah ditemukan sudah dalam proses pembusukan, kami lakukan pengambilan sampel DNA serta histopatologi," terangnya.
Mengenai perkiraan waktu kematian atau usia kematian jenazah tersebut, pihak rumah sakit tidak merinci secara detail dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Untuk selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Polsek Sagaranten. Mengenai usia kematian, kami serahkan ke penyidik (untuk disampaikan)," pungkasnya.
Saat ini, kasus penemuan kerangka manusia ini masih ditangani kepolisian untuk mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. Pantauan detikJabar di lokasi, jenazah tersebut dibawa oleh ambulans Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polres Sukabumi kembali ke Sagaranten.
(iqk/iqk)
