Misteri penemuan sesosok mayat yang telah menjadi kerangka di area hutan jati Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap. Pihak keluarga kini telah memastikan bahwa jasad tersebut adalah Eka Yani (26) alias Yani, yang sempat dilaporkan hilang kontak.
Sebelumnya, keraguan sempat menyelimuti pihak keluarga ketika pertama kali melihat kondisi jasad yang sudah rusak parah dan tinggal tulang belulang di areal Perkebunan Pohon Jati PT. IBP, Desa Sagaranten, Senin (13/7/2026). Pihak keluarga bahkan sempat bingung karena tidak mengenali sisa pakaian yang melekat di TKP.
Namun, kepastian identitas korban akhirnya menemui titik terang pada Rabu (14/7/2026). Kakak ipar korban, Bedy (40), menegaskan bahwa identitas kerangka perempuan tersebut sudah resmi terkonfirmasi oleh pihak kepolisian dan juga diakui penuh oleh pihak keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya sudah betul, sudah ada informasi konfirmasi ke keluarga. Bahwa korban yang di sana itu adalah Eka Yani," ujar Bedy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/7/2026).
Kepastian ini didapatkan setelah kedua orang tua kandung korban langsung dibawa oleh petugas ke rumah sakit untuk menjalani proses pencocokan dan pemeriksaan identifikasi lebih lanjut. "Orang tuanya yang langsung dibawa ke situ (rumah sakit) untuk memastikan," tambah Bedy.
Keluarga Sempat Panik Akibat Isu Medsos
Sebelum adanya kepastian ini, Bedy menceritakan bahwa pihak keluarga sempat dilingkupi kepanikan luar biasa. Hal itu dipicu oleh informasi simpang siur yang viral di media sosial Facebook.
Di jagat maya, warganet menyandingkan foto selebaran orang hilang milik Yani dengan dokumentasi evakuasi kerangka ber-sweater merah. Keluarga bahkan sempat termakan isu keliru mengenai penemuan telepon genggam milik korban di lokasi.
Yani sendiri merupakan warga asli Kampung Sindangsari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Korban diketahui sudah hilang kontak dan loss contact dengan keluarga besarnya sejak Senin, 29 Juni 2026 lalu, saat sedang tinggal di rumah kontrakan di wilayah Sagaranten.
Selama ini, pihak keluarga mengenal Yani sebagai pribadi yang normal dan tidak pernah mengeluhkan adanya permasalahan pelik.
Jenazah Dibawa Pulang untuk Dimakamkan
Mengenai dugaan penyebab kematian korban, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan mendetail atau kesimpulan utuh dari pihak kepolisian maupun tim medis, karena belum sempat berbincang mendalam.
"Belum pasti, belum sempat mengobrol banyak terkait hal itu (dugaan pembunuhan)," kata Bedy.
Saat ini, teka-teki keberadaan jasad Yani telah selesai. Setelah proses otopsi dan identifikasi di rumah sakit dinyatakan rampung oleh petugas, jenazah korban langsung diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dibawa menuju kampung halaman.
"Sekarang jenazahnya lagi dibawa perjalanan pulang ke rumah untuk segera dikuburkan," pungkas Bedy.
(sya/yum)
