Hunian Vertikal Tipe 36 Segera Dibangun di Kircon, Sasar MBR

Hunian Vertikal Tipe 36 Segera Dibangun di Kircon, Sasar MBR

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 15 Jul 2026 15:01 WIB
Menteri PKP, Maruarar Sirait saat melihat lahan PT KAI di Kiaracondong, Bandung
Menteri PKP, Maruarar Sirait saat melihat lahan PT KAI di Kiaracondong, Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai menyiapkan pembangunan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung. Proyek ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan memanfaatkan lahan milik PT KAI seluas sekitar 9.600 meter persegi.

Pembangunan rumah susun (rusun) tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra. Untuk Kota Bandung sendiri disiapkan pembangunan sebanyak 1.000 unit rusun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengatakan pemerintah tengah mendorong pemanfaatan aset negara melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk melibatkan dunia usaha.

"Kita punya konsep ya, saya sudah laporkan kepada Presiden bagaimana tanah-tanah negara itu bisa di-treatment dengan empat cara. Satu, dibiayai dan dibangun oleh negara dalam hal ini oleh dibiayai oleh APBN, kedua Danantara, ketiga itu bisa dengan swasta ya bisa dengan cara hibah atau bentuk lainnya yang legal ya," kata Maruarar di lokasi, Rabu (15/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, proyek di Kiaracondong menjadi contoh kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Ia menyebut ada 2.000 rusun yang akan dibangun di Bandung dan Jakarta dengan kolaborasi ini.

"Kemudian hari ini juga terjadi suatu sinergi yang menurut kami sangat baik ya, karena ada partisipasi dari swasta yaitu Astra. Astra tahun ini total menyiapkan 2.000 rumah susun dan 1.000 renovasi. (Rumah susun) 1.000 di Jakarta, 1.000 di Bandung. Tadi spesifikasinya sudah dijelaskan, 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan ada area servis," ujarnya.

Maruarar menambahkan, pembangunan akan dimulai setelah seluruh aspek administrasi dan perizinan diselesaikan, termasuk konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Pembangunannya sesudah kita konsultasi dengan BPK dan BPKP dan tentu sambil jalan izinnya diurus," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan pembangunan rusun merupakan bagian dari pengembangan kawasan Kiaracondong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bandung.

"Kita akan mengembangkan kawasan Kiaracondong ini menjadi salah satu pusat ekonominya Bandung nantinya. Kita akan integrasikan Laswi Heritage, kita akan integrasikan Stasiun Kiaracondong, kemudian juga di arah barat juga ada Stasiun Bandung," ujar Bobby.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga akan terhubung dengan pusat riset, pusat data, hingga kawasan perkantoran PT KAI yang sedang dipersiapkan.

"Kemudian di belakang juga ada research center-nya kita, ada data center-nya kita, kemudian di depan juga akan kita kembangkan itu menjadi kawasan perkantorannya KAI nantinya," katanya.

Bobby menyebut lahan yang disiapkan terdiri atas dua bidang dengan total luas sekitar 9.600 meter persegi. Seluruh unit rusun akan dibangun dengan konsep hunian tipe 36.

"Ini ada dua hamparan terdiri dari 7.000 plus dengan 2.500, jadi totalnya sekitar 9.600 ya. Nanti kita dengan bicara teknis dengan Astra. Konsepnya itu adalah konsep 36, tipe 36," ungkapnya.

Untuk kapasitas bangunan, Bobby mengatakan perhitungan teknis masih akan dibahas bersama Astra. Namun, target pembangunan untuk Kota Bandung tetap sebanyak 1.000 unit rusun.

"Nanti lagi kita hitung ya. Pokoknya program untuk Bandung ini seperti yang disampaikan Pak Menteri tadi adalah 1.000," pungkas Bobby.



(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads