KDM Minta Pengeroyok Penjaga Perlintasan KA di Garut Segera Menyerah

KDM Minta Pengeroyok Penjaga Perlintasan KA di Garut Segera Menyerah

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 16:53 WIB
Potongan Video Viral Pengeroyokan di Garut
Potongan Video Viral Pengeroyokan di Garut (Foto: Istimewa)
Garut -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau agar tiga orang pelaku pengeroyokan terhadap seorang petugas penjaga pintu perlintasan kereta api di Garut untuk menyerahkan diri. Jika tidak, ketiganya akan diburu oleh polisi.

Hal tersebut diungkap KDM saat bertemu dengan petugas penjaga pintu perlintasan kereta api yang menjadi korban, yang belakangan diketahui bernama Andika itu pada Selasa, (14/7/2026).

"Saya minta saudara yang melakukan penganiayaan, segera menyerahkan diri," kata KDM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi menuturkan, jika emoh menyerahkan diri, dirinya berharap agar ketiga pelaku pengeroyokan terhadap Andika segera ditangkap oleh pihak kepolisian. Dedi berharap agar para pelaku diproses hukum secepatnya.

ADVERTISEMENT

"Sekarang sudah dilaporkan di Polres Garut. Saya minta saudara menyerahkan diri. Kalau tidak, pasti ditahan dan ditangkap hari ini juga. Saya yakin Polres Garut bisa menangani ini dengan cepat," ungkap KDM.

Aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga orang bang jago terhadap Andika ini, terjadi hari Minggu, (12/7/2026) siang lalu, sekitar jam 14.00 WIB, di kawasan pintu perlintasan kereta api Leuwigoong, Garut.

Kepada KDM, Andika bercerita, jika saat itu dirinya hendak mengamankan laju kereta api yang datang. Namun, sesaat setelah pintu perlintasan tertutup, dua rombongan pengguna sepeda motor, satu motor tiga orang dan satu motor lainnya berpenumpang dua orang memaksa masuk dengan mengangkat palang pintu.

Melihat aksi berbahaya tersebut, Andika spontan untuk menegur mereka. Namun, tiga orang pria yang berkendara menggunakan satu motor kemudian marah dan mengejarnya yang berlari menuju pos jaga.

Andika kemudian dikeroyok di sana. Dia mengalami luka lebam di wajah dan memar akibat goresan di tangan. Setelah itu, Andika kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan dan melaporkan kejadian ini ke Polres Garut.

Obat Luka Untuk Andika

KDM mengatakan, peristiwa yang menimpa Andika merupakan perilaku yang tidak pantas. "Pokoknya ini cermin ketidakberadaban warga. Yang sudah ditutup, ini masih maksa lewat. Nanti kalau tertabrak kereta api, penjaga juga yang disalahkan," katanya.

Pada pertemuan tersebut, Dedi sempat memberikan kadeudeuh untuk Andika. Dimana, Dedi memberikan uang yang diperuntukan untuk down payment (DP) rumah untuk Andika.

"Ini sudah punya istri. Sudah dua tahun. Tadi saya kasih untuk DP rumah Rp 25 juta. Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Tapi bukan berarti kalau mau dapat DP rumah harus digebukin dulu," kelakar Dedi.

Sementara pihak Polres Garut sendiri mengaku hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku pengeroyokan terhadap Andika. Menurut Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra, ketiganya saat ini sedang diburu.

"Kasusnya sedang kami lakukan penyelidikan. Mohon doa agar para pelaku cepat tertangkap," ungkap Herman.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads