Sikap Janggal Kepala SPPG di Bandung Sebelum Tewas di Parkiran Mal

Sikap Janggal Kepala SPPG di Bandung Sebelum Tewas di Parkiran Mal

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 13:40 WIB
Ilustrasi melihat cahaya sebelum meninggal
Ilustrasi kematian (Foto: Shutterstock)
Bandung -

Kematian memilukan Kepala SPPG berinisial SF (26) di parkiran mal Bandung mengundang kesedihan diantara kawan-kawannya yang juga bekerja di dapur yang sama.

Salah satu kerabat SF di dapur tersebut, Fazri, mengatakan jika mendiang merupakan sosok yang humoris dan periang. Namun, tiga bulan terakhir ia merasakan ada hal yang janggal dari sikap SF.

"Cuman pas selama 3 bulan ke belakang jadi agak beda. Beda tuh agak tertutup, ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa. Justru ya sesuai itu tupoksinya aja, jadi enggak bisa bercanda, enggak bisa diajak komunikasinya lah agak tertutup," ujar Fazri saat dijumpai detikJabar, Senin (13/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SF terlihat menarik diri. Bahkan ponsel dari mendiang sudah tak aktif sejak dua pekan ke belakang.

"Saya coba komunikasi cari-cari ke mana Pak SF ke saudaranya ditanya, ke Kakak Iparnya, ditanya ke keluarganya, didatengin. HP-nya juga udah enggak aktif 2 minggu ke belakang begitu," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan pencarian informasi tersebut dilakukan untuk menanyakan operasional dapur menjelang libur sekolah. Dirinya menginginkan kejelasan dapur tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

"Tapi enggak ada jawaban sama sekali, jadi intinya saya juga lost contact gitu selama libur gitu enggak ada komunikasi sama sekali. Nah, jadi pas kemarin terjadi kejadian kayak gitu syok aja kenapa bisa seperti ini gitu. Padahal di dapur enggak ada masalah," ungkapnya.

Fazri menyebutkan terakhir berkomunikasi lewat pesan WhatsApp adalah pada 23 Juni 2026 lalu. Menurutnya komunikasi lewat pesan pun dijawab dengan lama.

"Jadi terakhir komunikasinya juga agak-agak lama jawabnya. Jadi agak ngelamun dulu, enggak tahu ada apa sih beban pikiran yang dia pikirkan," ucapnya.

Bekerja Jadi Kepala SPPG Sejak Tiga Bulan Lalu

Dapur SPPG tersebut dibangun sejak delapan bulan yang lalu. Kemudian dirinya melihat perubahan sikap SF sejak tiga bulan yang lalu.

"Iya (perubahan sikap), 3 bulan terakhir. Saya perhatikan, karena kadang ketemu seminggu dua - tiga kali, memang pinggir rumah juga kan kadang jarang-jarang komunikasi. Kalau rapat juga kan ditanya ada masalah enggak, masalah pribadi atau masalah dapur. Ah, enggak ada, enggak ada. Gitu aja sih ngejawabnya. Tapi kan saya enggak bisa mendalami sejauh," bebernya.

Ia menilai selama ini SF bekerja dengan baik di dapur tersebut. Baik dari sisi teknis dan operasional pun dapat ditangani dengan andal oleh mendiang.

"Kalau setahu saya kemarin mah mungkin enggak ada. Keluarganya juga enggak komen apa-apa. Justru meminta maaf, takutnya ada kesalahan. Selama kerja, mungkin dengan ini juga akan dampak ke dapur, jadi ditutup," kata Fazri.

Dapur SPPG tersebut saat ini diberhentikan sementara. Pasalnya, dapur SPPG tersebut memerlukan adanya Kepala SPPG pengganti agar bisa kembali beroperasi.

"Kebetulan kalau kemarin sudah ada dari BGN langsung dari KPPG langsung ke sini. Ya kita di hari dianjurkan buat off dulu sementara, karena ya mungkin kepala SPBG-nya belum ada. Jadi nunggu kepala sebagai pengganti. Karena itu kan istilahnya mah harus saya approve kepala SPPG dana pencairan," ucap Fazri.

Fazri menambahkan SPPG tersebut mengalokasikan makanan dengan total 2.625 siswa per hari. Penerima manfaat tersebut meliputi Posyandu, TK, SDN, dan SMPN.

"Tentang sekolah penerima manfaatnya totalnya di 2.625. Meliputi tiga Posyandu dan Enam sekolah. TK, SD, SMP. Terus di sini ada sebanyak 47 relawan yang bekerja," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads