Rangkuman Aksi Bahaya Mobil Seberangi Jembatan Gantung di Cianjur

Rangkuman Aksi Bahaya Mobil Seberangi Jembatan Gantung di Cianjur

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 14 Jul 2026 12:35 WIB
Minibus seberangi sungai dengan jembatan gantung
Minibus seberangi sungai dengan jembatan gantung. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Bandung -

Identitas pengemudi mobil minibus hitam bernomor polisi F 1284 TC yang viral karena nekat menyeberangi jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, akhirnya terungkap.

Aksi yang membawa sekitar delapan orang penumpang tersebut menyita perhatian publik karena dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa serta ketahanan infrastruktur jembatan.

Identitas Pengemudi dan Alasan Penggunaan Jembatan

Setelah video rekaman warga tersebut viral di media sosial, pemerintah desa setempat melakukan penelusuran terhadap pemilik kendaraan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Identitas Pelaku: Pengemudi diketahui berinisial AG (48), yang merupakan warga Kampung Wangunjaya, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu.
  • Motif Jalan Pintas: Berdasarkan konfirmasi pihak desa, AG mengaku nekat melintasi jembatan gantung demi memangkas waktu perjalanan menuju pusat Kota Cianjur.

"Kalau jalan memutar bisa dua jam, tapi lewat jembatan tersebut cuma butuh waktu satu jam. Jadi lewat situ," ujar Kepala Desa (Kades) Mekarwangi Sandi Nurhakim.

Risiko Kecelakaan dan Kerusakan Infrastruktur

Jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2018 tersebut sebenarnya tidak didesain untuk memikul beban kendaraan roda empat.

ADVERTISEMENT
  • Kapasitas Terbatas: Jembatan gantung tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda motor karena hanya menggunakan seling baja sebagai penopang utama.
  • Bahaya Penumpang: Saat kejadian, delapan penumpang di dalam mobil dilaporkan tidak turun dari kendaraan, sehingga menambah beban risiko selip atau terperosok ke sungai.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam keterangannya menekankan risiko besar dari aksi tersebut. "Potensi kecelakaan tinggi, potensi rusaknya jembatan sangat cepat," ucap Dedi melalui akun media sosial pribadinya.

Kesaksian Hilangnya Rambu Larangan di Lokasi

Pihak pemerintah desa mengungkapkan adanya kendala teknis terkait pengawasan akses kendaraan di jembatan yang menghubungkan dua wilayah tersebut.

  • Rambu yang Hilang: Pemerintah desa mengklaim telah memasang papan larangan melintas bagi mobil sejak awal pembangunan, namun rambu tersebut kerap hilang diduga dicopot oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Sudah ada plang larangan. Tapi tiba-tiba hilang. Nanti akan kami pasang lagi sekaligus edukasi warga," ucap Kades Mekarwangi Sandi Nurhakim.

Respons Otoritas dan Rencana Pembangunan Jembatan Permanen

Menyikapi fenomena warga yang nekat mempertaruhkan nyawa demi efisiensi waktu, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana melakukan langkah pembinaan sekaligus peningkatan infrastruktur.

  • Pembinaan Warga: Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, menyatakan akan memanggil pemilik kendaraan untuk diberikan pembinaan agar insiden serupa tidak terulang.
  • Perbaikan Jalan dan Jembatan: Bupati Cianjur Muhammad Wahyu merencanakan perbaikan jalan sepanjang 9 kilometer serta mengkaji anggaran untuk meningkatkan jembatan gantung menjadi jembatan permanen.

"Kalau memang penyebabnya jalan, kami upayakan agar segera diperbaiki jalannya. Selain itu jembatan juga ditingkatkan jadi jembatan permanen," ujar Wahyu.

Sang pengemudi mobil, inisial AG, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya dan berencana membuat video klarifikasi serta permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dan mematuhi peruntukan sarana publik yang tersedia.



(bbp/bbp)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads