Cerita Haru Kepulangan Ai Juariah, PMI Cianjur yang Terjebak di Libya

Cerita Haru Kepulangan Ai Juariah, PMI Cianjur yang Terjebak di Libya

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 14:31 WIB
Ai Juariah saat berada di Aula Garuda Pendopo Cianjur
Ai Juariah saat berada di Aula Garuda Pendopo Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Setelah 14 bulan terjebak dalam situasi sulit di Libya, Ai Juariah (48), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahiran pada Senin (13/7/2026). Kepulangan perempuan asal Kecamatan Ciranjang ini disambut langsung di Pendopo Cianjur.

Ai sebelumnya memicu simpati publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia memohon bantuan kepada Presiden Prabowo dan Gubernur Dedi Mulyadi dengan kondisi wajah bersimbah darah. Ai tiba di Cianjur sekitar pukul 09.00 WIB dengan pengawalan dari Kementerian P2MI, BP3MI Jawa Barat, dan pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menerima langsung kedatangan Ai di Ruang Garuda Pendopo. Di hadapan Bupati, Ai menceritakan perjuangannya mengunggah video berkali-kali demi mendapatkan pertolongan.

"Saya sudah kerja di sana setahun lebih. Berkali-kali pindah majikan. Pernah sampai diabaikan, tidak dikasih makan dan sempat mengalami tindak kekerasan. Dari banyak video yang saya unggah ke media sosial, yang terakhir akhirnya ditanggapi," ujar dia saat ditemui di Pendopo Cianjur, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Meski tidak mengetahui detail teknis pemulangannya, Ai merasa sangat bersyukur bisa kembali ke pelukan keluarga. Ia mengaku dijemput oleh pihak agensi sebelum akhirnya diterbangkan ke tanah air.

"Tidak tahu siapa yang memproses. Tahunya dijemput sama agensi, setelah itu dipulangkan. Tapi saya berterimakasih ke semua pihak yang terlibat," kata dia.

Rasa haru tidak bisa disembunyikan Ai saat bertemu dengan jajaran pejabat daerah yang membantu proses kepulangannya. "Tentu terharu, sampai bisa bertemu dengan bupati di Pendopo. Senang juga bisa kembali kumpul dengan keluarga," tuturnya.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Kombes Pol Singgih Hermawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi intensif antara KBRI di Libya, Pemerintah Daerah, dan Polres Cianjur.

"Dengan kolaborasi yang ada, PMI Ai bisa dipulangkan. Terutama peran KBRI di Libya, yang berhasil berkomunikasi hingga akhirnya Ai bisa pulang. Ini membuktikan negara terus hadir untuk rakyat," kata Singgih.

Sebagai langkah preventif, pihaknya berencana menggencarkan edukasi guna menekan angka pemberangkatan PMI nonprosedural. "Kami akan lakukan langkah penyuluhan terhadap warga kita untuk mengantisipasi pemberangkatan PMI secara nonprosedural," tambahnya.

Senada dengan itu, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu mengakui proses pemulangan Ai Juariah memiliki tantangan besar, mengingat kondisi politik di Libya yang sedang dilanda konflik dualisme pemerintahan.

"Bu Ai sudah pulang ke Cianjur, kami mengucapkan terimakasih ke seluruh pihak yang membatu kepulangan. Ini proses yang cukup memerlukan perhatian khusus, karena warga kami di Cianjur yang menghadapi masalah agar terkendala karena adanya konflik," jelas Wahyu.

Ia berharap kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan. "Kita harap tidak ada Bu Ai selanjutnya. Khusus Bu Ai, kami harap bisa ke Bali berbahagia berkumpul dengan keluarga," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads