Usai Videonya Bersimbah Darah, PMI Ai Juariah Akhirnya Dipulangkan

Usai Videonya Bersimbah Darah, PMI Ai Juariah Akhirnya Dipulangkan

Ikbal Selamet - detikJabar
Sabtu, 11 Jul 2026 15:56 WIB
Ujang tunjukan video yang istri yang meminta pulang dengan wajah bersimbah darah
Ujang tunjukan video yang istrinya yang jadiPMI, meminta pulang dengan wajah bersimbah darah (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Kabar baik datang dari Ai Juariah (48), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur yang bekerja di Libya. Usai sempat tertahan denda Rp 150 juta dan konflik pemerintahan Libya, Ai bakal dipulangkan ke tanah air pada Minggu (12/7/2026) besok.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, mengatakan pihaknya mendapatkan kabar dari kementerian terkait jika Ai akan pulang ke tanah air.

"Kemarin dapat dapat, PMI Ai Juariah dipastikan bisa dipulangkan," kata dia, Sabtu (11/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan, kepulangan Ai tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak. Denda dan proses administrasi yang terkendala konflik dualisme pemerintahan bisa diselesaikan.

"Setelah negosiasi panjang, akhirnya dari agensi membiarkan Ai untuk pulang. Jadi tidak perlu bayar denda. Tiket pesawat pun dibelikan. Ini tidak lepas dari peran bebagai Intansi, terlebih KBRI kita di Libya," kata dia.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, Ai akan tiba ke tanah air pada Minggu petang. "Tiba di bandara di Jakarta pada Minggu petang atau maksimal malam hari," ujar dia.

Setelah itu, lanjut dia, Ai akan beristirahat semalam di Jakarta dan besoknya langsung dipulangkan ke Cianjur.

"Rencananya sebelum ke rumah, dibawa dulu ke Mapolres Cianjur untuk memberikan keterangan terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dialaminya, hingga membuatnya bekerja di Libya sebagai PMI ilegal," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Video Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur dengan wajah bersimbah darah meminta pertolongan Presiden Prabowo dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi viral. Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan PMI ke Timur Tengah itu diduga alami luka lantaran terus bekerja dalam kondisi sakit.

Dalam video berdurasi 59 detik, itu perempuan yang berasal dari Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu tampak menangis meminta pertolongan.

Wajahnya pun dipenuhi darah yang mengalir dari bagian atas kepalanya. Bahkan pakaiannya pun dipenuhi darah yang terus keluar dari lukanya.

Namun, pemulangan PMI Ai sempat menghadapi kendala, mulai dari konflik pemerintah di Libya hingga denda hampir Rp 150 juta.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads