'Kejutan' dari Balita Ciamis, Kepalanya Masuk Kaleng Biskuit

Round-Up

'Kejutan' dari Balita Ciamis, Kepalanya Masuk Kaleng Biskuit

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 09 Jul 2026 07:30 WIB
Petugas Damkar berusaha mengevakuasi kaleng biskuit yang nyangkut di kepala balita.
Petugas Damkar berusaha mengevakuasi kaleng biskuit yang nyangkut di kepala balita. (Foto: Dok. Damkar Ciamis)
Ciamis -

Suasana santai keluarga di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, seketika berubah mencekam pada Selasa (7/7/2026) malam. Naima, seorang balita berusia dua tahun, mengalami insiden tak terduga saat sebuah kaleng biskuit kosong tersangkut di kepalanya dan tak bisa dilepaskan.

Kejadian bermula saat Naima asyik bermain sambil menonton ponsel. Sang ibunda, Riska (44), menceritakan bahwa awalnya sang anak terlihat tenang memainkan gawai tersebut. Namun, rasa penasaran khas balita membuat Naima mulai bereksperimen dengan sebuah kaleng kosong di dekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya lagi ngumpul, si anak tuh lagi pegang HP. Mungkin dia merasa jenuh, ada kaleng kosong dimasukkin," ujar Riska mengenang detik-detik sebelum kepanikan melanda.

Riska menjelaskan, Naima sempat memasukkan ponselnya ke dalam kaleng tersebut sebelum akhirnya mengeluarkan ponsel itu kembali. Tak disangka, kaleng kosong itu justru dipasangkan ke kepalanya sendiri. Awalnya, keluarga mengira kaleng tersebut akan mudah dilepas.

ADVERTISEMENT

"Udah gitu, udah dimasukkin dikeluarkan lagi, si kalengnya dimasukkin ke kepala. Kirain aku teh itu teh bisa keluar, makanya gak langsung dibuka. Udah lama-lama dibuka, kok ini gak bisa, gitu," katanya.

Upaya mandiri pun dilakukan. Riska mencoba menarik kaleng tersebut, bahkan sempat menggunakan gunting untuk memotong pinggiran kaleng. Namun, material kaleng yang keras dan posisi yang menjepit membuat usahanya sia-sia. Naima pun mulai menjerit kesakitan.

"Udah dicoba digunting dari atas, masih gak bisa dibuka," kata Riska. "Iya, kesakitan. Kan saya coba keluarin, itunya (kaleng) kan gak bisa."

Di tengah kepanikan, Riska teringat akan kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). "Terus aku keingetan, kenapa gak nelpon Damkar ya?" ucapnya. Beruntung, seorang tetangga yang melintas membantu memberikan kontak darurat petugas.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengonfirmasi laporan masuk sekitar pukul 20.58 WIB. Tim UPTD Damkar Ciamis langsung meluncur ke lokasi dengan satu unit kendaraan pancar serta peralatan khusus seperti gerinda mini, gunting, dan tang.

"Awalnya anak sedang bermain sambil menonton HP yang disandarkan ke kaleng kosong. Setelah itu HP sempat dimasukkan ke dalam kaleng, lalu dikeluarkan lagi. Namun kaleng tersebut justru dipasang ke kepala anak dan akhirnya tersangkut," ujar Budi, Rabu (8/7/2026).

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus ekstra hati-hati karena Naima terus menangis dan posisi kaleng benar-benar mengunci rapat area kepala. Sedikit saja kesalahan bisa berakibat luka serius pada sang balita.

"Penanganan dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian, karena korbannya masih balita. Fokus petugas saat itu adalah melepaskan kaleng tanpa menimbulkan luka baru di bagian kepala anak," tutur Budi.

Setelah berjibaku selama kurang lebih 20 menit, upaya petugas membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng biskuit tersebut berhasil dilepaskan. Meski ada bekas kemerahan di kepala Naima akibat jepitan kaleng, balita tersebut dipastikan selamat tanpa luka terbuka.

"Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Tidak ada luka akibat proses penanganan petugas. Hanya ada bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat menyangkut cukup lama," kata Budi.

Riska pun bernapas lega melihat buah hatinya kembali ceria. "Ada yang bekasnya tadi dibuka, merah-merah ininya (kepala)," jelas Riska.

Atas kejadian ini, Damkar Ciamis mengimbau para orang tua lebih waspada terhadap benda-benda di sekitar anak yang terlihat sepele namun berisiko tinggi.

"Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berisiko seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, tapi bisa berbahaya kalau tidak segera ditangani," pungkas Budi.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads