Kota Bandung

Update soal Nadira yang Hilang: Penipu Bermunculan, Medsos Hilang

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 05 Jul 2026 15:42 WIB
Mahasiswi Tel-U yang hilang misterius (Foto: Istimewa)
Bandung -

Upaya pencarian terhadap Nadira Az-Zahra (20), mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan (FIT), Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas (SIKC) Telkom University, terus dilakukan. Sejak dilaporkan hilang pada 30 Juni 2026, Nadira belum pulang ke rumahnya di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

"Sementara ini yang bergerak adalah kepolisian sama teman kampus Tel-U. Kita juga sedang mencari info, yang jelas sampai saat ini (Nadira) belum ditemukan," kata paman Nadira, Budhi Purwana kepada detikJabar, Minggu (5/7/2026).

Nadira terakhir kali terlihat saat bergegas meninggalkan rumah menuju kampusnya di Telkom University, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Selasa, 30 Juni 2026. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB menuju Kampus Tel-U, namun pada keesokan harinya komunikasi keluarga dengan mahasiswi semester dua itu terputus total.

Ponsel Nadira diketahui sudah nonaktif sejak hari kepergiannya sekitar pukul 12.30 WIB. Saat meninggalkan rumah, Nadira diketahui mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, dan kerudung krem. Ia juga membawa tas ransel kuliah berwarna krem yang berisi laptop, tablet, dan ponsel.

Penipu Bedrmunculan

Masalahnya kemudian, keluarga menemukan tantangan saat proses pencarian Nadira. Ada sejumlah oknum yang menghubungi mereka dengan klaim melihat keberadaan Nadira.

Namun saat hendak diminta mengantar ke tempat tujuan, oknum tersebut justru meminta uang untuk keperluan operasional. Informasi seperti ini cukup mengganggu keluarga yang saat ini sedang fokus mencari keberadaan Nadira.

"Banyak informasi yang masuk, informasinya bersebaran. Sebagian besarnya malah upaya-upaya penipuan, hoax. Jadi banyak oknum yang memanfaatkan, yang mengaku melihat lalu ujung-ujungnya minta ditransfer untuk operasional. Dan itu banyak sekali itu yang masuk ke saya," ucap Budhi.

"Saya fokus sekarang untuk mencari keberadaan Nadira melalui jejaring teman-temannya, sementara pihak kepolisian, pihak aparat itu mencari dengan teknologi lah. Seperti riwayat percakapan, karena mungkin jejak juga handphone, nomor handphone, tracking lokasi, ini yang sedang berproses dengan kepolisian," tambahnya.

Akun Medsos Nadira Menghilang

Keluarga turut menghadapi tantangan besar untuk mencari Nadira. Selain informasi keberadaan terakhirnya yang terlacak di Tel-U sejak 30 Juni 2026, akun medsos mahasiswi angkatan 2025 itu kini juga telah menghilang.

"Sejauh ini yang paling valid (keberadaan terakhir Nadira) adalah tanggal 30 Juni itu di Tel-u. Setelah dari Tel-u itu ada memang di beberapa titik di sekitar kampus," katanya.

"Selain HP enggak aktif, dia seluruh akun-akun medsos dihapus. Ada yang menghapus atau dihapus oleh yang bersangkutan, kita enggak tahu ya. Tapi yang jelas jejak digital itu hanya aparat yang paling mungkin nge-tracing, itu kan karena hubungannya dengan vendor dan provider," bebernya.

Keluarga pun menegaskan masih mencari keberadaan Nadira. Mereka menyatakan bahwa Nadira belum ditemukan meski sempat muncul beberapa kabar mengenai keberadaannya di beberapa tempat.

"Belum ada informasi yang A1 ya, saya masih tegaskan itu. Belum ada informasi yang terkonfirmasi benar. Kemarin (ada kabar) di Majalaya, ternyata itu kan misleading, mismiskomunikasi. Kita kejar ke sana ternyata memang ya blank aja gitu. Ada informasi lagi di Ujungberung, Cimahi, di Soekarno Hatta, Kita tetap melakukan pencarian tapi ya itu tadi ujung-ujungnya itu ya misleading dan misinformasi, ujung-ujungnya jadi hoaks," tandasnya.

Budhi berharap proses pencarian Nadira segera menemui titik terang. Jika ada orang yang menemukannya, ia meminta Nadira dibawa ke tempat aman terlebih dahulu sebelum bisa dijemput keluarga.

"Harapan saya apabila masyarakat atau netizen atau siapapun lah yang menemukan yang bersangkutan sesuai dengan ciri-cirinya, kami berharap itu amankan dulu gitu ya. Tidak hanya sekadar, saya melihat di tempat anu, tapi ajak bicara, ajak ke rumah. Kalau dalam kondisi tertentu dia butuh pertolongan, mohon dibantu untuk di tolong dulu. Nanti konfirmasi segera ke kami, kami akan langsung ke lokasi gitu kalau itu A1 kalau menemukan," katanya.

"Konsen kami adalah upaya yang sedang kami lakukan secara terus-menerus 24 jam ini seluruh keluarga bergerak ke jejaring yang dimungkinkan. Itu harapan kami sebetulnya cuma satu, dia kembali dalam keadaan baik-baik saja. Dalam hal ini kita ingin segera memastikan keberadaanya dimana, itu yang paling penting bagi kami hari ini. Jadi kami minta bantuan dari masyarakat tuh seperti itu," pungkasnya.

Bagi pembaca detikJabar yang melihat atau mengetahui keberadaan Nadira, mohon kesediaannya untuk menghubungi Budhi Purwana Yodhaswara melalui nomor telepon: 081214623428.




(ral/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork