Jabar Hari Ini: Jabar Waspada Dampak Luas El Nino

Jabar Hari Ini: Jabar Waspada Dampak Luas El Nino

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 02 Jul 2026 22:00 WIB
Ilustrasi kekeringan ekstrem
Ilustrasi kekeringan (Foto: The Cool Down).
Bandung -

Sejumlah peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (2/7/2026). Mulai dari fenomena El Nino yang mengancam Jabar hingga Taufik Hidayat menjalani rekonstruksi dengan memeragakan 21 adegan penganiayaan kepada YTR.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

El Nino Mengancam, Jabar Siaga Kekeringan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) mulai memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Langkah ini dilakukan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di seluruh wilayah Jawa Barat mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyiapkan distribusi personel, logistik, hingga bantuan air bersih ke wilayah yang diperkirakan paling terdampak musim kemarau yang tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan bahwa pemerintah menggunakan pengalaman El Nino 2023 sebagai acuan utama untuk menentukan daerah-daerah yang harus mendapat perhatian lebih.

ADVERTISEMENT

"Jadi memang fenomena El Nino ini yang berdampak terhadap kekeringan. Kami melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang biasanya terjadi kekeringan. Ini berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, terutama di tahun 2023 yang terjadi juga El Nino tapi alhamdulillah tidak parah pada saat itu," kata Teten saat diwawancarai, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, BPBD tidak hanya memetakan wilayah rawan, tetapi juga menghitung kebutuhan logistik, terutama pasokan air bersih apabila kekeringan mulai meluas. "Kemudian kita juga selain daripada pemetaan, apa saja yang harus dilakukan, kira-kira kebutuhan logistik air bersihnya, kemampuannya berapa," ujarnya.

Berdasarkan data historis BPBD Jawa Barat saat El Nino 2023, kekeringan melanda 258 kecamatan dan 727 desa/kelurahan. Wilayah yang mengalami dampak paling luas saat itu adalah Kabupaten Bogor dengan 201 desa terdampak, disusul Kabupaten Bandung sebanyak 85 desa/kelurahan, serta Kabupaten Ciamis sebanyak 57 desa.

"Sementara itu perlu kami sampaikan pembelajaran El Nino 2023, dampak kekeringan itu di 258 kecamatan di 727 desa/kelurahan di Jawa Barat. Yang paling terdampak banyak itu di wilayah Bogor, Kabupaten Bogor ada 201 desa, kemudian Kabupaten Bandung ada 85 desa atau kelurahan, dan di Kabupaten Ciamis 57," jelasnya.

Teten menegaskan, data tersebut menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun strategi mitigasi menghadapi musim kemarau tahun ini.

"Di 2023 ini sebagai histori ya karena kita ngambil kebijakan juga berdasarkan data-data sejarah sebelumnya. Jadi kita antisipasi untuk spot-spot daerah tersebut dan bisa jadi daerah tersebut terjadi kekeringan juga," katanya.

Kebakaran 3 Rumah di Tasikmalaya, Satu Orang Meninggal

Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kampung Bojongneros, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut menghanguskan tiga rumah warga, sementara dua rumah lainnya terdampak. Seorang warga bernama Nasir meninggal dunia. Korban diduga mengalami sesak napas dan memiliki riwayat penyakit jantung.

Laporan kebakaran pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya dari Ketua RT setempat, Uminar. Petugas Regu 2 yang dipimpin Aam Gunawan kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

"Benar ada laporan ke kantor. Kami langsung bergerak tangani," kata Komandan Regu Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam Gunawan, saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (2/7).

Berdasarkan data Damkar, api pertama kali muncul dari atap rumah milik Abdul Halim. Material bangunan yang mudah terbakar serta kondisi udara yang kering membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah di sekitarnya.

Api kemudian menjalar ke rumah milik Ruhimat dan Rojak. Selain itu, dua rumah lainnya milik Uminar dan Ahmad turut terdampak dengan kerusakan pada bagian atap.

"Ada tiga rumah yang terbakar. Dugaannya akibat korsleting arus pendek listrik dari salah satu rumah," ujar Aam.

Untuk memadamkan api, Damkar Kabupaten Tasikmalaya mengerahkan empat unit mobil pemadam serta satu unit bantuan dari Damkar Kota Tasikmalaya.

Petugas sempat mengalami kendala saat proses pemadaman karena akses menuju lokasi cukup sempit. Selain itu, hanya satu unit kendaraan pemadam yang dapat menyedot air.

"Akses jalan kecil dan kendaraan Damkar yang bisa menyedot air hanya satu unit," demikian keterangan dalam laporan Damkar.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Bandung Targetkan Kurangi Sampah 250 Ton

Pemkot Bandung menargetkan pengurangan volume sampah hingga 250 ton per hari. Rencananya, Pemkot akan membangun 220 titik pengolahan di kewilayahan untuk mempercepat target tersebut.

Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Syahriani menjelaskan, timbulan sampah di Kota Bandung mencapai 1.511 ton per hari. Sementara itu, Kota Bandung harus mengurangi ketergantungan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.

"Pembatasan kuota TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan. Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama 'kumpul, angkut, buang'. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan," katanya, Kamis (2/6/2026).

Saat ini, Pemkot Bandung sedang menginventarisasi calon lokasi pembangunan 220 titik pengolahan sampah di berbagai wilayah. Program ini dirancang untuk menghadirkan fasilitas pengolahan yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga pengurangan sampah dapat dilakukan sejak dari sumbernya.

Selain itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah juga didukung berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan bantuan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang saat ini masih dalam tahap uji coba. Sementara itu, Mabes TNI AD juga memberikan dukungan rencana bantuan mesin pengolahan sampah.

"Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA," ujarnya.

Pemkot Bandung pun menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Pengurangan ini diharapkan mampu memperpanjang umur layanan TPA Sarimukti sekaligus menekan risiko penumpukan sampah akibat keterbatasan kapasitas.

Untuk mencapai target tersebut, DLH menerapkan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Sampah organik akan diolah menjadi kompos maupun melalui teknologi pengolahan lainnya. Sampah anorganik bernilai ekonomi akan diarahkan ke jalur daur ulang melalui bank sampah dan mitra pengelola, sedangkan sampah anorganik bernilai rendah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi RDF.

"Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber," pungkasnya.

Anak 6 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Renang

Warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan kabar tewasnya seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun akibat tenggelam. Korban yang berinisial NAN itu mengembuskan napas terakhir usai tenggelam di Kolam Renang Tirta, Desa Citepus.

Informasi yang dihimpun detikJabar, insiden memilukan tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Palabuhanratu AKP Yaser Arafat membenarkan adanya musibah tersebut. Ia menyebut jajarannya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan.

"Pada saat pihak kepolisian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, kondisi korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal," ujar AKP Yaser Arafat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).

Setibanya di lokasi, lanjut Yaser, petugas sudah tidak menemukan korban lantaran telah dievakuasi warga.

"Pihak kepolisian tidak mendapati korban di lokasi karena sudah dilarikan ke RSUD Palabuhanratu. Namun, informasi di lapangan menyebutkan korban sudah meninggal di lokasi karena tenggelam," sambungnya.

Petaka ini bermula saat NAN datang ke kolam renang bersama dua keponakannya, yakni C (10) dan I (16). Ketiga bocah tersebut diantar ke lokasi oleh sang bibi. Sesampainya di area kolam, sang bibi rupanya harus pergi sejenak untuk menjemput keponakannya yang lain.

Saat tak ada pengawasan orang dewasa itulah, NAN diketahui asyik bermain dan berlomba menyelam di dalam air bersama C dan I. Tak lama berselang, pengurus kolam dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah mengambang di permukaan air.

Menyadari ada yang tak beres, seorang pengunjung langsung bergegas memberikan pertolongan pertama kepada korban. Di waktu yang bersamaan, sang bibi baru saja kembali ke area kolam dan kaget melihat adanya kerumunan warga.

Lantaran tak tahu peristiwa apa yang baru saja terjadi, ia pun mendekat. Betapa terkejutnya sang bibi saat menyadari bahwa sosok yang tengah terbaring tak berdaya itu adalah keponakannya sendiri.

"Bibi korban syok karena korban sudah dalam keadaan tidak bergerak," terang Yaser.

Meski sempat dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis, nyawa bocah malang itu tak terselamatkan. Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka di kawasan Kampung Sumur Bandung, Desa Citepus.

Rekonstruksi, Taufik Hidayat Peragakan 21 Adegan saat Aniaya TR

Polda Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat (30) terhadap kekasihnya, YTR (29). Proses rekonstruksi yang berlangsung tertutup di Mapolda Jabar tersebut memakan waktu hampir tiga jam.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari, menyatakan bahwa seluruh rangkaian peragaan adegan berjalan tanpa kendala dan tersangka bersikap kooperatif.

"Tadi rekonstruksi sudah berjalan dengan baik, lancar, alhamdulillah tidak ada penolakan dari tersangka dan tersangka mengakui semua perbuatannya di 6 TKP," kata Rumi usai rekonstruksi, Kamis (2/7/2026).

Rumi menjelaskan, meski terdapat enam Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kasus ini, penyidik hanya memfokuskan rekonstruksi pada tiga titik yang dianggap paling krusial.

"Dari 6 TKP yang kami rekonstruksikan dan kita sudah sepakati bersama, adalah di TKP 3, 5, dan 6. Tiga TKP itulah yang menjadi central point penting terjadinya penganiayaan dan penyekapan. Kalau TKP 1 dan 2 memang terjadi, satu belum, yang kedua masih ya penganiayaan ringan, tampar-tampar gitu. Tapi mulai TKP 3, 5, dan 6 di situ mulai terjadi penganiayaan berat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rumi menyebutkan bahwa tindakan penyekapan terhadap korban mulai dilakukan tersangka sejak berada di lokasi ketiga.

"Kalau TKP 3 itu sudah mulai terjadi penyekapan sampai TKP terakhir di TKP 6," tambahnya.

Seluruh lokasi kejadian tersebut tersebar di wilayah Bandung Timur, mulai dari kawasan Cicaheum, Cilengkrang, hingga Cileunyi. Dalam agenda ini, tersangka memperagakan puluhan adegan yang menggambarkan kronologi kekerasan tersebut.

"Total tadi 21 adegan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Antisipasi El Nino, Pramono Prioritaskan Ketahanan Pangan-Pencegahan ISPA"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads