Sebuah video yang memperlihatkan dua orang pria dihukum dengan cara dilakban seluruh tubuhnya hingga menyerupai karakter fiksi Teletubbies, Tinky Winky, mendadak viral di media sosial. Narasi yang beredar menyebutkan kedua pria tersebut adalah pencuri yang tertangkap dan dihukum oleh warga.
Namun, hasil penelusuran fakta menunjukkan kejadian tersebut bukanlah aksi penghakiman massa terhadap pelaku kriminal, melainkan sebuah aksi pembuatan konten media sosial.
Baca juga: Heboh 'Batman' Meksiko Sasar Curanmor |
Narasi Viral dan Kondisi dalam Video
Video tersebut sempat memicu kehebohan warganet karena menampilkan metode hukuman yang dianggap unik dan tidak biasa.
- Visual Video: Dua pria tampak dibungkus lakban di seluruh tubuhnya, dengan bagian kepala dibentuk mengerucut menyerupai karakter Tinky Winky atau sering disebut warganet sebagai Upin Ipin versi lokal.
- Kondisi Pelaku: Kedua pria tersebut terlihat tidak berdaya karena hanya menyisakan celah untuk mata, hidung, dan mulut yang tidak tertutup lakban.
- Tuduhan Awal: Akun-akun media sosial yang mengunggah ulang video ini menyebarkan klaim bahwa mereka adalah maling yang tengah menjalani hukuman warga.
Identitas Asli: Kreator Konten asal Malang
Kenyataan di lapangan sangat bertolak belakang dengan narasi yang viral. Kedua pria tersebut merupakan pegiat media sosial dari Jawa Timur.
- Pelaku Konten: Pria dalam video tersebut adalah Syahroni Muhammad dan rekannya, Feri Wedon.
- Profesi: Keduanya adalah kelompok kreator konten asal Malang, Jawa Timur, yang dikenal melalui kanal YouTube bernama Batre TV.
- Spesialisasi: Mereka kerap memproduksi video bertema humor untuk berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.
Tantangan 'Gift' Saat Live TikTok
Syahroni menjelaskan aksi tersebut dilakukan secara sadar untuk memenuhi tantangan dari pengikutnya di media sosial.
- Pemicu Aksi: Kejadian bermula saat mereka melakukan siaran langsung (live) di platform TikTok.
- Challenge Penonton: Seorang penonton memberikan tantangan disertai dengan pemberian hadiah digital (gift) agar mereka melakban seluruh badan.
- Detail Aksi: "Selesai dilakban, makan terasi, jadi seperti orang kesakitan," kata Syahroni saat dihubungi pada Kamis (2/7/2026) sebagaimana diberitakan detikNews (baca selengkapnya di sini).
Penyebaran Hoaks oleh Akun Media Sosial
Munculnya narasi 'maling' diketahui berasal dari pengambilan video tanpa izin oleh pihak lain yang membubuhkan narasi tidak akurat.
- Sumber Disinformasi: Syahroni menyebut sebuah akun Instagram bernama 'Harian Kampung' sebagai pihak yang mengambil video mereka dan memberi narasi palsu. "Di situ dikasih narasi yang gak bermutu dan gak sesuai, akhirnya viral, ramai semua media sosial. Untuk yang sebenarnya itu, kita ini content creator Batre TV YouTube, bukan maling," tutur Syahroni.
- Dampak: Narasi yang tidak sesuai fakta tersebut menyebabkan video ini menyebar luas di berbagai platform media sosial dengan persepsi yang salah di mata publik.
Simak Video "Video: Ditangkap! Ini Tampang 3 Pelaku Pencurian Kabel Tower di Ciamis"
(bbp/bbp)