Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (1/7/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Kontroversi Lagu Bupati Purwakarta
Lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menuai kontroversi karena liriknya dinilai merendahkan perempuan dan bias gender. Lagu tersebut membandingkan pengalaman laki-laki dan perempuan dengan menyinggung isu biologis, seperti keguguran, menstruasi, hingga penggunaan atribut perempuan yang dianggap sebagai candaan tidak sensitif.
Sejak diunggah di akun TikTok pribadinya pada 18 Januari 2026, video tersebut telah ditonton lebih dari 27 ribu kali dan memicu kekecewaan warganet. Berikut beberapa komentar netizen:
"Teu mantes lagu teh pa punten lirikna (enggak pantes lagunya pak, maaf liriknya," tulis akun Ji**n.
"Pengen tau dibalik maksud lagunya," tutur Pang*****ai.
"Saya sangat prihatin denger isi dari liriknya," kata tar****412.
"sebagai warga purwakarta saya malu:(," ujar ay**.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, turut menyoroti lagu ini. Ia menilai diksi yang digunakan sangat patriarkis dan bertentangan dengan nilai budaya Sunda. Berikut kutipan kritik dari Atalia:
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," tulis Atalia.
"Dari begitu banyak pilihan kata dalam Bahasa Sunda yang indah... Dari begitu banyak pesan yang bisa mengangkat nilai kehidupan... Mengapa justru narasi seperti ini yang dipilih? Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan," jelas Atalia.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah," pungkasnya.
Menanggapi polemik yang terjadi, Om Zein akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengklaim bahwa lagu tersebut awalnya dibuat sebagai bentuk rasa syukur dan murni tentang dirinya sendiri.
"Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tutur Om Zein.
PSGC Jadi Tim Satelit Persib Bandung
Tim kebanggaan warga Tatar Galuh, PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib Bandung dalam mengarungi Liga Championship atau Liga 2. Penandatanganan kerja sama dilakukan kedua manajemen di Bumi Galuh Satria, RSOP Ciamis, Rabu (1/7/2026).
Pihak PSGC Ciamis diwakili oleh Herdiat Sunarya yang merupakan CEO PSGC, sedangkan dari Persib Bandung dihadiri langsung oleh Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya yang juga menjabat sebagai Bupati Ciamis mengaku bangga dengan kerja sama tersebut.
Menurutnya, momen ini merupakan sejarah bagi Laskar Singacala dan persepakbolaan Kabupaten Ciamis.
"Semoga Persib bisa membimbing kita, mengarahkan kita. Hari ini bagi PSGC merupakan hari bersejarah. Sebelumnya, beberapa waktu lalu kami sudah putus asa, kita dari Liga 3 promosi ke Liga 2, sementara di Liga 2 pengelolaan tim itu harus betul-betul profesional," ungkap Herdiat.
Herdiat menyebut, PSGC Ciamis sangat tertinggal dalam pengelolaan tim profesional dibandingkan saat terakhir kali berlaga di Divisi Utama (Liga 2) pada 10 tahun lalu. Ia pun bersyukur Persib bersedia berkolaborasi dengan PSGC.
"Persib akan membina sepak bola generasi muda melalui Elit Pro Akademi dari usia 16 sampai 20 tahun. Ini cita-cita kita sejak 20 tahun yang lalu. Kemudian home base kita akan tetap menggunakan stadion kebanggaan kita Stadion Galuh Ciamis. Lebih membahagiakan lagi tidak mengubah nama PSGC. Kami merasa tertolong dan terbantu. Ini wujud dari cita-cita kita," jelasnya.
Herdiat mengaku kerja sama tersebut di luar perkiraannya. Saat menghadapi kebutuhan pendanaan usai PSGC Ciamis lolos ke Liga 2, ia menemui dr Iman Solichin, pemilik Rumah Sakit Orthopedi (RSOP) Ciamis yang kemudian menyatakan kesiapannya menjadi sponsor utama tim.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah resmi menyepakati kerja sama PSGC Ciamis dengan Persib Bandung. Intinya bagaimana kita belajar mengelola klub secara profesional. Alhamdulillah Persib dengan manajemennya mau membimbing kita," kata Herdiat.
Dalam kerja sama ini, PSGC Ciamis akan mendapatkan dukungan dari Persib Bandung, mulai dari sisi tata kelola manajemen profesional, komposisi pemain, hingga kepelatihan.
Sementara itu, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa kerja sama ini diputuskan setelah melalui diskusi internal yang cukup panjang di pihak Persib. Ia berharap kolaborasi ini dapat terjalin dalam jangka panjang.
"Kami mencari klub di Jawa Barat, road maps kami tim satelit itu harus terbangun tahun ini. Kami bertemu berdiskusi akhirnya kami sepakati," kata Adhitia.
Menurut Adhit, ada tiga poin utama dalam kerja sama Persib dan PSGC. Pertama, kolaborasi tata kelola klub sepak bola profesional. Kedua, PSGC Ciamis resmi menjadi tim satelit Persib, di mana dukungan akan diberikan dari sisi pemain dan manajemen, termasuk keterlibatan tim utama dalam penentuan pemain.
Pemain yang dikirim ke PSGC merupakan gabungan pemain muda potensial dan pemain senior Persib. Ketiga, pembangunan akademi sepak bola di Ciamis.
"Pemain senior juga akan kami kirim ke PSGC Ciamis. Gabungan pemain muda dan pemain senior Persib. Pembinaan usia muda, menit bermain itu penting. Pemain muda Persib potensial itu butuh menit main. Momen yang tetap itu, mungkin pemain muda potensial kami akan bermain 100 persen main di PSGC. Kami akan membangun akademi Ciamis. Kami menurunkan kurikulum akademi Persib," jelasnya.
Ulah Taufik Hidayat, Tak Bayar Hotel - Bawa Lari HP Teman Kencan
Jejak kejahatan Taufik Hidayat (30), pelaku penganiayaan dan penyekapan kekasihnya YTR (29), satu per satu mulai terbongkar. Terbaru, Taufik diduga tidak bayar kamar hotel dan membawa kabur ponsel milik teman wanitanya.
Dari informasi yang dihimpun detikJabar, kejadian ini terjadi pada 4 Maret 2026 lalu di salah satu hotel yang berada di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Dari video yang beredar, Taufik datang ke hotel itu dengan teman wanitanya di malam hari. Usai berkencan dengan teman wanitanya, Taufik kabur dan meninggalkan teman wanitanya di hotel itu.
Saat meninggalkan hotel, Taufik tak melakukan pembayaran dan ponsel teman wanitanya yang disimpan di bagasi motor milik Taufik dibawa kabur.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan kejadian tersebut. Namun terkait kejahatan yang dilakukan Taufik belum diungkapkan.
"Bahwa bener hasil keterangan Taufik Hidayat yang ada di video tersebut adalah dirinya, sekira lima bulan yang lalu berkenalan dengan NL seorang janda yang di dapat dari Aplikasi. Kemudian Taufik Hidayat melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp selama kurang lebih dua hari dan langsung menjalin hubungan," kata Hendra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/7/2026).
Hendra juga membenarkan, jika Taufik dan NL sempat berkencan di hotel itu.
"Taufik mengajak ketemuan dan menjemput NL di daerah Padasuka di rumahnya, kemudian pergi ke Hotel yang beralamat di Jalan Raya Jatinangor sekitar Pukul 19.30 WIB, Taufik dan NL melakukan cek in dan langsung berhubungan badan di hotel tersebut," ujar Hendra.
Pada pukul 21.00 WIB setelah berhubungan badan di hotel tersebut, Taufik pulang ke kosannya dan meninggalkan NL.
"Taufik merasa kesal (bertengkar) dikarenakan NL ingin pulang pada Pukul 03.00 WIB, tetapi Taufik mengingikan pulang dari Hotel tersebut sekira pukul 06.00 WIB," tuturnya.
"Setelah kejadian tersebut, Taufik tidak lagi menghubungi NL atau lost contact," pungkasnya