Janji Manis Sponsor ke Turki Berujung Petaka bagi Ai di Libya

Ikbal Selamet - detikJabar
Selasa, 30 Jun 2026 18:49 WIB
Ujang tunjukan video yang istri yang meminta pulang dengan wajah bersimbah darah. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Ai Juariah (48) tak menyangka janji manis sponsor untuk mempekerjakannya ke Turki sebagai buruh migran malah menjebaknya dalam pusaran PMI ilegal di Libya. Bahkan, Ai harus bekerja dalam kondisi sakit yang membuatnya terluka hingga wajahnya bersimbah darah.

Ujang Suryana (42), suami Ai, mengatakan sang istri awalnya ditawari bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Turki oleh pihak sponsor.

"Untuk awal memproses dokumen dan lainnya saya tidak tahu. Saya tiba-tiba disodorkan surat izin untuk berangkat. Saya sempat larang, tapi bersikeras mau berangkat untuk bantu ekonomi keluarga. Awalnya mau diberangkatkan ke Turki," ujar dia, Selasa (30/6/2026).

Setelah berangkat, Ai ternyata bukan dipekerjakan ke Turki, melainkan ke Libya. Sontak hal itu membuat keluarga kaget.

"Kaget, kok jadi ke Libya. Sementara awalnya bilang mau diberangkatkan ke Turki," kata dia.

Selama di Libya, Ai tidak bekerja pada satu majikan, tetapi dioper ke beberapa majikan. "Selama 14 bukan di sana, sudah sembilan kali pindah majikan," kata dia.

Terakhir, Ai bekerja di dua rumah sekaligus. Menjadi satu-satunya ART di rumah tersebut membuat ibu lima anak itu mesti bekerja ekstra. Bahkan dalam kondisi sakit pun, dia tetap dipaksa mengerjakan berbagai pekerjaan rumah.

"Sampai istri saya sakit harus tetap bekerja. Yang di video berdarah itu juga kan gara-gara sedang sakit, harus bersihin rumah. Jadinya pingsan kemudian menimpa meja kaca. Pecahan kacanya melukai wajah sampai darah membasahi wajah istri saya," kata dia.

Ujang menambahkan, meskipun bekerja di dua rumah sekaligus, Ai hanya mendapatkan upah sebesar Rp 4,3 juta sebulan.

"Kerjanya di dua rumah, tapi upahnya tetap sama. Makanya istri saya minta tolong ke presiden dan Gubernur Jabar untuk bisa dipulangkan, supaya bisa kembali berkumpul dengan keluarga," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, video Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur dengan wajah bersimbah darah meminta pertolongan Presiden Prabowo dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi viral di media sosial. Korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan PMI ke Timur Tengah itu mengalami luka lantaran terus dipaksa bekerja dalam kondisi sakit.

Dalam video berdurasi 59 detik itu, perempuan yang berasal dari Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur tersebut tampak menangis meminta pertolongan.

Wajahnya pun dipenuhi darah yang mengalir dari bagian atas kepalanya. Bahkan pakaiannya pun dipenuhi darah yang terus keluar dari lukanya.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork