Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Tahap II resmi dimulai pada Selasa (30/6/2026) hingga 6 Juli mendatang, bersamaan dengan pendaftaran Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang disiapkan untuk menampung siswa yang tidak diterima di SMA maupun SMK negeri.
Tahun ini, sebanyak 1.128 sekolah swasta bergabung dalam program SSK yang jadi mitra Pemprov Jawa Barat. Salah satunya adalah SMA Taman Siswa Kota Bandung, yang menyediakan 108 kursi atau tiga rombongan belajar (rombel) bagi peserta didik melalui skema kerja sama dengan Pemprov Jabar.
Kepala SMA Taman Siswa Bandung Sunggono mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan sejak menerima informasi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita persiapan SSK itu setelah diinformasikan dari Dinas Pendidikan Provinsi, kami suruh daftar, kami ikut mendaftarkan," kata Sunggono.
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027 sekolahnya membuka lima kelas untuk siswa baru. Tiga kelas di antaranya dialokasikan khusus bagi peserta Program SSK.
"Kami menyediakan tiga ruang untuk SSK dan dua ruang untuk reguler. Jadi ada lima kelas, lima kelas untuk rombongan kelas 10," ujarnya.
Sunggono mengapresiasi program yang digagas Pemprov Jabar tersebut karena dinilai dapat membantu siswa yang gagal diterima di sekolah negeri, terutama dari keluarga kurang mampu.
"Kami juga terima kasih juga ini ada program SSK itu, bisa membantu siswa yang tidak diterima di negeri juga, terus bagi siswa yang apalagi yang tidak mampu, kami menerima gratis. Jadi gratis dari SPP, uang bangunan gratis," katanya.
Menurutnya, proses penempatan siswa SSK nantinya akan dilakukan melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat berdasarkan kuota yang telah diajukan masing-masing sekolah.
"Rencana itu program itu disalurkan melalui Disdik, dibagikan untuk berapa sekolah yang mengajukan SSK. Kita mengajukan kuota, nanti kuota itu mungkin akan dibagi rata, tergantung permintaan dari sekolah-sekolah," jelasnya.
Meski mengajukan tiga rombel, Sunggono menyebut jumlah siswa yang diterima nantinya tetap bergantung pada distribusi dari pemerintah.
"Mungkin sekolah kita misalkan minta tiga rombel, tetapi tiga rombel itu tidak terpenuhi mungkin terbagi sama yang lain, mungkin sisa dua rombel, kami juga terima nggak jadi masalah. Yang penting kita bisa membantu misalkan kepada siswa yang tidak diterima di negeri dan tidak mempunyai kemampuan keuangan istilahnya tuh," ujarnya.
Hingga hari pertama pembukaan SPMB Tahap II, SMA Taman Siswa masih menunggu kepastian jumlah siswa yang akan ditempatkan melalui program tersebut. Sambil menunggu distribusi dari Disdik, sekolah tetap membuka pendaftaran secara langsung bagi calon peserta didik.
"Kalau informasi belum ada, cuma kami mengajukan tiga rombel itu kali 36 siswa per kelasnya, berarti 108 siswa. Bisa juga kita menunggu dan kami juga sambil membuka pendaftaran secara biasa itu dari jam 8 sampai jam 3 sore," ujar Sunggono.
Terkait pembiayaan, Sunggono memastikan peserta yang diterima melalui Program SSK tidak akan dibebani biaya tambahan. Bantuan dari Pemprov Jabar sebesar Rp100 ribu per bulan dan Rp1,5 juta di tahun pertama akan digunakan untuk menopang kebutuhan operasional sekolah.
"Kalau yang SSK enggak. Jadi memang nanti bayaran itu rencananya tuh per semester katanya dari provinsi, per semester disalurkan ke sekolah untuk kegiatan-kegiatan yang ada di keperluan sekolahlah," ujarnya.
"Nah itu kita maksimalkan dari bantuan Rp100 ribu per bulan tuh, bisa nggak bisa harus kita maksimalkan," pungkasnya.
(bba/sud)
