Krisis Guru dan Minim Murid, Disdik Ciamis Bakal Merger Sejumlah SD

Krisis Guru dan Minim Murid, Disdik Ciamis Bakal Merger Sejumlah SD

Dadang Hermansyah - detikJabar
Senin, 29 Jun 2026 19:30 WIB
Ilustrasi PPPK Guru Sekolah Rakyat.
Ilustrasi sekolah. Foto: Gemini AI
Ciamis -

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berencana menggabungkan (merger) sejumlah sekolah dasar (SD) yang lokasinya berdekatan. Alasannya, ada beberapa sekolah yang minim murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, dan juga untuk mengatasi kekurangan tenaga guru di Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Erwan Darmawan mengatakan, pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 secara umum berjalan lancar. Meski begitu, masih ada beberapa sekolah yang hanya memperoleh satu murid baru.

"Alhamdulillah pelaksanaan SPMB tahun ini relatif lancar. Memang ada beberapa sekolah yang siswanya sangat sedikit, tetapi yang paling penting bagi kami adalah memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan layanan pendidikan," ujar Erwan, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwan menegaskan, orang tua memiliki hak menentukan tempat pendidikan bagi anaknya, baik di SD negeri, SD swasta, maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurutnya, pemerintah hanya memastikan layanan pendidikan tetap tersedia bagi seluruh masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Mau sekolah di SD negeri, swasta, ataupun MI itu hak orang tua. Tugas kami adalah menyiapkan layanan pendidikan sebaik mungkin. Kalaupun ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi kami. Yang jelas, meski siswanya hanya satu orang, tetap kami layani secara maksimal," katanya.

Erwan menjelaskan, rencana merger hanya akan diterapkan pada sekolah-sekolah yang berada dalam lokasi berdekatan. Salah satu pertimbangan utamanya adalah keterbatasan jumlah guru yang dimiliki Kabupaten Ciamis.

"Sekarang kami sedang mengevaluasi beberapa sekolah yang lokasinya berdekatan. Ada yang direncanakan untuk digabung. Pertimbangannya bukan hanya jumlah murid, tetapi karena saat ini Ciamis kekurangan guru," jelasnya.

Data Dinas Pendidikan Ciamis menunjukkan kebutuhan guru ASN jenjang SD dan SMP mencapai 8.541 orang. Namun, jumlah guru yang tersedia saat ini hanya sekitar 6.145 orang. Artinya, Kabupaten Ciamis masih kekurangan sekitar 2.396 guru ASN.

Menurut Erwan, sekolah yang lokasinya berjauhan tetap akan dipertahankan meski jumlah siswanya sedikit. Hal itu dilakukan agar akses pendidikan tetap mudah dijangkau masyarakat.

"Kalau sekolahnya jauh, tentu tidak akan kami merger. Pelayanan pendidikan harus tetap didekatkan kepada masyarakat. Jadi meskipun muridnya hanya satu orang, kalau tidak ada sekolah lain yang dekat, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan," tegasnya.

Disdik Ciamis mengaku telah memetakan sejumlah sekolah yang berpotensi digabung. Namun, keputusan akhir masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk jarak tempuh siswa.

"Kalau sekolahnya masih satu halaman, kemungkinan bisa segera digabung. Tetapi kalau jaraknya sekitar 100 sampai 200 meter, itu masih kami pertimbangkan. Kami juga memikirkan anak-anak kelas satu yang masih kecil, jangan sampai mereka kesulitan harus berjalan lebih jauh," ujar Erwan.

Ia menegaskan, minimnya jumlah murid bukan disebabkan kondisi bangunan sekolah. Menurutnya, ada banyak faktor yang memengaruhi jumlah peserta didik di setiap wilayah.

"Saya rasa bukan karena kondisi bangunan sekolah. Bisa saja karena persebaran penduduk, ada wilayah yang jumlah anak usia sekolahnya meningkat, ada juga yang menurun. Selain itu, masyarakat juga memiliki pilihan sendiri untuk menyekolahkan anaknya," katanya.

Erwan mengajak seluruh masyarakat ikut memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal dari pendidikan.

"Kami berharap masyarakat ikut membantu mencari anak-anak usia 6 sampai 7 tahun yang belum bersekolah. Di mana pun sekolahnya, yang penting mereka mendapatkan hak untuk belajar dan tidak terlambat masuk sekolah," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads