Suhendar, pejabat Dinas Pendidikan yang sempat dicopot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kisruh Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, kini resmi dimutasi.
Mantan Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat itu mendapat jabatan baru di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar sebagai JF Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Madya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi yang ditinggalkan Suhendar kini resmi diisi Mohammad Ibrohim sebagai Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar. Informasi tersebut diumumkan melalui media sosial resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Nama Mohammad Ibrohim dipilih karena punya latar belakang yang dianggap kompeten mengisi jabatan Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar. Pada 2021 lalu, Ibrohim mendapat predikat Juara I PNS Berprestasi Tingkat Jabar kategori Inovatif Provinsi.
Saat itu, ia turut andil dalam membangun Aplikasi Telusur Objek dan Subjek Pajak Kendaraan Bermotor (ATOS PAMOR) di Badan Pendapatan Daerah. Kemudian pada 2025, Ibrohim terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Pranata Komputer Indonesia (PrakomID) Cabang Jawa Barat.
Sebelumnya, Suhendar menjadi sorotan publik pada awal Juni lalu ketika pelaksanaan PCMB diwarnai berbagai persoalan teknis. Mulai dari gangguan aplikasi, kesulitan verifikasi akun, hingga membeludaknya keluhan orang tua siswa yang mendatangi Kantor Disdik Jabar.
Situasi itu membuat Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung ke Kantor Disdik Jabar pada 9 Juni 2026. Dalam inspeksi tersebut, Dedi mempertanyakan kompetensi pengelola sistem teknologi informasi SPMB dan memutuskan menonaktifkan Suhendar dari jabatannya.
Tak hanya mencopot Kepala Tikomdik, Dedi juga mengalihkan pengelolaan sistem SPMB ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat serta menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Plh Kepala UPTD Tikomdik.
(iqk/iqk)
